Merajut Dompet Koin (African Flower Coin Purse Crochet)

Posted on

Ngeliat video tutorialnya di youtube, langsung naksir dengan african flower stitch. Motifnya sedikit ga biasa soalnya. Sebenernya aku ga terlalu seneng ngerajut model granny square, karena mesti repot dengan gonta ganti warna dan acara gunting sambung benang. Kemarin aja sempet bikin mickey mouse pattern bag, ya Allaah, perut sampe mual melawan kebosanan :D dan Alhamdulillaah kelar juga karena merasa bertanggung jawab dengan pesanan orang. Pas dikasih ke orang yang pesan,  oalah anaknya malah pilih motif yang lain karena ga terlalu cocok dengan si mickey, nasip! hihi..

Nah, kalo African Flower ini beda kasus, karena seneng ngeliat motifnya, jadi rasanya semangat ngerjainnya. Pas udah jadi, masyaa Allaah, cantik banget <3 *hehe, jadi muji sendiri* :p. Udah jadi 4 dompet koin, tapi yang dua ga sempet kefoto, keburu diborong orang, alhamdulillaah.

IMG_20150401_214036

IMG_20150622_111821

Nah kalau yang ini, sarung tangan bikinanku. Salah satu keuntungan pake yarn yang rada besar dan ukuran hook gede, rajutan jadi cepet kelarnya.. haha.. ga sampe 2 jam jadi sepasang sarung tangan.

IMG_20150530_072019

Membuat Kartu Ucapan Pop Up Sederhana

Posted on

Bentar lagi insyaa Allaah Hari Raya Ied, meskipun tradisi surat menyurat hampir punah seiring majunya perkembangan teknologi, tapi tak ada salahnya kita mengajak putra putri kita untuk membuat kartu ucapan di sela-sela mereka menunggu waktu berbuka. Bahannya sederhana aja, cukup siapkan kertas bufalo, kertas origami, pensil, spidol warna warni, gunting, dan lem.

Tahap pertama,

Lipat 2 kertas bufalo, lalu gunting. 1 lembar kertas yang sudah kita gunting kita lipat 2 kembali.

20150623_073859

20150623_073919

Setelah itu ambil selembar kertas HVS, guntinglah seukuran kertas bufalo yag sudah terlipat. Sisakan jarak sekitar 0.5 cm sebagai border.

20150623_074129

Guntinglah sisi yang terlipat seperti contoh, tapi jangan sampai putus.20150623_074351Kemudian, lipat ke arah dalam sehingga akan terbentuk seperti ini :

20150623_074415

20150623_074441

Tahap selanjutnya, guntinglah kertas origami membentuk masjid, menara masjid dan pohon untuk sisi-sisinya.

20150623_074857

Kemudian, tempelkan pada kertas hvs.

20150623_075222Tahap terakhir, tempelkan kertas hvs yang sudah di tempel kertas origami pada bagian dalam kertas asturo.

20150623_075540

Jangan lupa tulis ucapan selamat Hari Raya Ied – nya ^_^. Happy Ied Mubarak! <3 <3

20150623_081619

Membuat Kapal Dari Kardus Bekas

Posted on

Yups Yups, sesuai janjiku untuk bikin tutorial kapal dari kardus bekas yang kemarin baru aja aku dan anakku bikin, namun qadarullaahu ternyata karena saking seriusnya bikin jadi ada beberapa tahapan yang terlewat untuk di foto. Sebenarnya ini tugas dari guru anakku, untuk bikin perahu dari kardus bekas bersama ayah atau ibu, sempet gontok-gontokan juga sama si bocil ttg pemilihan warna atau bentuk finishingnya, tapi emang ini aslinya tugas siapa coba >_< koq bisa emaknya ga mau ngalaaah! Arrgghh! Dan maaf juga karena ngerjainnya malam hari, jadi gambarnya ga jelas agak remang-remang plus tidak di watermark. Yeah, riskan banget di catut orang. Biarlah.

Tahap pertama, siapkan bahan-bahannya. Cukup  2 kardus bekas air mineral, cutter, gunting tajam, selotip, lem fox, kertas origami, pensil.

Buat pola untuk alas bagian bawah kapal : 20150610_142833

Kemudian, buat lah untuk sisi-sisinya 2 buah, untuk sisi kanan dan sisi kiri. 20150610_143741

Nah, kemudian tempel sisi-sisinya dengan selotip : 20150610_144919

Setelah itu, cetak karton kedua untuk bagian atas kapal, lalu gunting, kemudian tempelkan di atas bagian kapal dengan memberi 1 cm jarak dari ujung kardus. Bingung? Yaks, liat aja gambarnya yah.. hihi, ada penampakan kaki si bocil cil cil.. :D 20150610_145624

Selotip seluruhnya sampai terbentuk bagian badan kapal. Dari kardus yang tersisa, buatlah kotak kecil, lalu tempelkan di bagian atas kapal dengan selotip. 20150610_152134

Nah, setelah itu, barulah seluruh kapal kita lapisi dengan kertas origami. Caranya, oleskan seluruh permukaan kapal dengan lem fox, kemudian di lapis kertas origami secara hati-hati.

20150610_161402

Beri Hiasan pada badan kapal, misalnya kita bikin ban penyelamatan, jendela, pintu, setir nakhoda, dll.

20150610_162846

20150610_164305

20150610_165106

20150610_191226

20150610_203414

Ibu Rumah Tangga VS Ibu Bekerja

Posted on Updated on

i-love-you-mom-quotes-funny-i15
http://myhoneysplace.com/

Dahulu ketika anak-anak masih kecil, pernah ngobrol dengan seorang teman, tentang beratnya tugas ibu rumah tangga (full time mom). Kami berbicara tentang betapa berat mengurus rumah, menjaga bayi dan balita, mengurus suami, memasak, bersih-bersih, dll. Bahkan mengurus diri sendiri pun terkadang tidak ada waktu. Kadangkala di tengah malam gulita ketika orang lain sedang nyenyak beristirahat, seorang ibu sedang sibuk bermain dengan tumpukan baju yang harus disetrika. Pagi subuh sudah harus menyiapkan sarapan. Dan rutinitas itu terus dilakukan ketika anak-anak semua dalam kondisi sehat. Ketika mereka sakit, maka tugas itu terasa lebih berat lagi.
Kami sempat bergumam, tak mengherankan bila banyak ibu yang lebih memilih untuk bekerja di luar rumah dibanding mengurus urusan tetek bengek rumah tangga karena memang bukan perkara yang mudah.

Namun, tak adil rasanya bila kami mengecilkan peran ibu bekerja dalam urusan rumah tangga. Karena setiap ibu memiliki peran tersendiri dalam mengurus anak-anak mereka.
Menyaksikan seorang ibu muda pekerja, tetangga samping rumah, memiliki seorang anak usia 1 tahun yang setiap hari harus dititipkan pada daycare dekat tempatnya bekerja, sedangkan dirinya pun sedang hamil tua, bolak balik Bekasi-Jakarta, siapa yang sanggup membayangkannya?
Dia yang setiap pagi harus menyiapkan semua kebutuhan anaknya selama di penitipan sambil membuat sarapan untuk suami. Dia yang setiap pagi harus menyiapkan dokumen-dokumen kantornya. Dia yang sepanjang siang berkutat dengan tugasnya, hanya ketika jam istirahat bisa melihat senyum anaknya.. manakah yang lebih berat?
Di malam hari, sambil menahan lelah, dia masih berupaya mengurus keperluan suami dan anak-anak. Begitulah rutinitasnya ketika anak-anak dalam kondisi sehat, bagaimana lagi ketika anak sakit?

Menjadi ibu bekerja bukan berarti tidak ada tantangannya. Ketika ibu rumah tangga sedang mengatur emosinya karena rumah tak pernah bersih, mainan tak pernah rapi, anak selalu rewel, maka ibu bekerja pun sedang mengatur emosinya karena tak bisa menemani anak-anak bermain, tak bisa ikut berbahagia melihat mereka tertawa, tak bisa menghibur mereka ketika menangis, dan terkadang tak bisa merawat mereka ketika sakit.
Pun di saat ibu rumah tangga mengalami depresi karena tak punya me time, maka di saat itu ibu bekerja juga mengalami depresi karena tak punya quality time.
Dimana pun posisi kita sebagai seorang ibu, semua merupakan perjuangan yang tak mudah. Ada beberapa kondisi yang harus kita maklumi dan setiap perempuan yang bekerja pasti memiliki alasan atas apa yang telah mereka pilih. Itulah sebabnya seorang ibu memiliki keutamaan 3x dibanding seorang bapak, dan hak seorang istri yang wajib dinafkahi suami sehingga mereka tak perlu bekerja di luar rumahnya karena Islam memahami fitrah wanita yang lemah dan memahami seberapa jauh kesanggupan seorang perempuan dalam mengemban beban hidup. Dan sebagai sesama ibu, janganlah mengecilkan peran ibu lain apakah itu ibu bekerja atau pun ibu rumah tangga biasa. Dan tentu saja, sebuah rumah tangga sangat membutuhkan seorang suami yang selalu siap memenuhi semua kebutuhan hidup istri dan anak-anak hingga sang istri tak perlu ikut memeras keringat dua kali lipat antara mengurus keluarga dan pekerjaan kantor.
Sedangkan seorang wanita yang memilih bekerja karena idealisme, maka jangan sungkan untuk memilih peran ibu rumah tangga sebagai idealisme-mu kini, dan jadikan keluarga sebagai prioritas utamamu. Apalagi hanya karena ingin memenuhi gaya hidup, maka berada di rumahmu, mengurus anak-anakmu, merasa cukup dengan pemberian suamimu tentu akan jauh lebih baik untukmu. Barangkali dengan berkurang 1 posisi di sebuah kantor karena engkau memilih untuk tidak bekerja, akan di isi oleh seorang ayah yang hari ini sedang menganggur karena sulit mendapatkan pekerjaan untuk biaya hidup keluarganya.

‪#‎nooffense‬

Zentangle Art 2

Posted on Updated on

Yang aku posting di sini adalah hasil karya murid-murid SMP-ku. Well, untuk bikin zentangle memang SANGAT SANGAT butuh banyak waktu luang, perlu BANYAK konsentrasi, perlu segudang ketelitian. Alhamdulillaah, murid-muridku yang hampir semua suka anime ini punya keseriusan dalam membuatnya.

Berikut contoh hasil karya mereka yang masya Allaah bagus-bagus.

20150424_135019

20150424_135009

20150424_134933

20150424_134951

20150424_135003

i’m proud of you, kidz! ^^

Zentangle Art

Posted on

Jaman aku dulu SMA, menghias nama itu ngetren banget, apalagi di kalangan ceweknya, rela bela-belain ga ke kantin karena saking seriusnya duduk di kelas bikin-bikin nama di atas kertas kalkir trus diselipin ke binder. Rasa-rasanya kalau udah punya binder penuh dengan hiasan nama kayaknya udah keliatan cool :D. Sampe rela hunting pulpen yang namanya pulpen rotr*ng 0.1 yang bisa diisi ulang, yang kalo tintanya mampet katanya bisa plong kalo ujung tintanya direndam air panas (padahal mah kagak >.<).

Dulu ga tau nama tekniknya apa, sekarang baru ‘engeh setelah banyak googling kalau itu namanya zentangle. Dan ternyata juga teknik gini juga banyak modelnya, ada yang namanya doodle, zentangle, vignette, dkk. Meskipun alat dan bahan yang digunakan sama, cuma milipen item dan selembar kertas, tapi motif-motifnya ini yang mungkin memiliki kekhasan sendiri jadi disebutnya berbeda nama.

Teknik ini salah satu yang aku ajarkan pada murid-muridku di SMP. Karena pada dasarnya teknik ini juga berawal pada teknik linear (garis), dan tentu saja karena tidak butuh banyak bahan untuk membuatnya.

Berikut aku kasih beberapa hasil karyaku yang acakadut :3 :

20150408_181522

 

20150525_220242

Nah, yang atas ini adalah flashdisk-ku yang aku hias pake zentangle. Awalnya ni flashdisk merchandise yang dibawa suamiku dari acara kantor, hadiah dari vendornya yang bagi-bagi flashdisk gratis berbentuk kartu, meski kapasitasnya cuma 2 Gb tapi aku suka karena gampang di bawa dan diselipin di dalam dompet. Covernya aku tiban pake kertas hvs, terus aku gambar pake Gel Pen, ga nyangka juga hasilnya lumayan ok.. :D

20150525_220355

Nah, Insyaa Allaah next post aku akan posting hasil karya anak-anak muridku SMP. Keep Read! ^^

Menggambar dengan penggaris

Posted on Updated on

Its been a long time since my late post. Hari ini hati tergerak ingin update blog, ngasih tips menggambar dengan penggaris. Ide ini terinspirasi dari anak muridku kelas 6 sd, yang ketika aku ngintip sketchbooknya, ada tulisan menarik yang dibikin dari krayon dan penggaris. Nah, hasil karya ini hasil share kami dari berbagai disiplin ilmu, jiyee :D

Pertama, gambarlah kertas gambar dengan krayon warna warni, diusahakan jangan ada white spotnya, alias tulisannya dibikin rada tebal (bold).

20150510_203245

Setelah itu, gambar lagi diatasnya dengan krayon warna hitam sampai semua warna tertutup.

20150510_203616

Nah, setelah seluruh kertas gambar tertutup warna hitam perfectly, baru kita mulai menggoreskan hal-hal yang kita inginkan. Hasilnya keren banget karena akan timbul gradasi warna ^_^ yay! \m/

20150510_204651

20150510_204711