Search

Ummu Aliyyah Ath Thabrani

Teknik Batik Cap Sederhana

Pekan ini,  mengenalkan teknik pembuatan batik cap sederhana di kelas 5 SD. Pada teknik batik cap asli, biasanya pengrajin akan menggunakan lempengan tembaga yang di desain sedemikian rupa. Kemudian lempengan itu akan dicelup ke dalam lilin malam, baru di ‘stempel’ ke atas kain. Setelah itu kain akan di warnai.

Namun kali ini anak-anak hanya dikenalkan dasar-dasarnya saja. Yaitu membuat teknik blok seperti motif batik cap dengan menggunakan piring styrofoam dan cat poster.

Pada jam pertama, anak-anak akan disuguhkan beberapa video tatacara pembuatan batik cap tradisional, baik itu batik jawa atau batik sumatera.

Kemudian mereka menyiapkan bahan-bahannya. Di antaranya :

  1. Buku gambar
  2. Krayon
  3. Cat Poster warna hitam atau gelap
  4. Gunting
  5.  Tempat makan styrofoam
  6. Pensil tumpul
  7. Kuas

Pertama, anak-anak mewarnai kertas gambar dengan warna-warna cerah sebagai background dengan media krayon, supaya kelihatan colorful.

Setelah itu, anak-anak diminta menggambar bentuk daun atau semisalnya pada styrofoam dengan menggunakan pensil tumpul, kemudian menggunting gambar daun tersebut.

20150826_110042

20150826_110102

20150826_110758

Setelah itu, gambar akan di gunting sesuai bentuk pola. Kemudian di poles dengan cat poster hitam.

20150826_110954

Kemudian tinggal di cetak deh di kertas gambar…

20150826_111346

Nah, di bawah ini sebagian hasil sebagian karya anak-anak akhwatnya. Anak ikhwan cuma prosesnya aja yang ketangkep kamera, hasilnya ga kefoto padahal hasilnya lumayan bagus. At least mereka tahu dasar pembuatan batik cap.

20150827_111542

20150827_111603

20150827_111640

20150827_111849

20150827_111902

20150827_172832

20150827_180751

20150827_180823

20150827_180900

20150827_181009k

Sepatuku…

Well, tadi siang ketemu sama ibu-ibu yang bilang kalau aku terlalu tua untuk selalu bersemangat. Waduh. Aku memang sedikit penuh energi. Tapi bukan karena mauku. Yeah, mungkin karena style-ku, eh bukan denk, bisa jadi karena aku perlu sedikit bergerak untuk ‘membuang’ hyperaktif-ku. Heran, hormonku kayaknya memang rada ganjen, udah setua ini tapi masih aja sering over >_<. Tapi sudahlah. Yang bikin rempong sebenernya adalah karena keaktifanku, sepatuku gampang jebol, dan kini sudah 2 pasang sepatu yang jadi korban T_T. Ouch.

Hari ini, aku baru aja menyelesaikan sepatu baruku. Tepatnya, sepatu lama yang aku make over jadi keliatan baru. Aku senang pakai sepatu ini karena fleksibel di kakiku, tapi sayang border pinggirnya udah terkelupas. Alhamdulillaah masih bisa diakali dengan rajutan. Benangnya pakai yang nilon ukuran D18 dengan hakpen 0,1 yang paling kecil. I feel excited pas ngerjainnya, apalagi sepatuku yang dulu sudah tidak bisa dipakai lagi.. huhu..

sepatu

Menjahit Kardus (Cardboard Sewing)

Mungkin anak-anak kelas 6 bakal blenger dengan benang wol secara proyek kita belakangan ini selalu pake benang. Kapan lalu kita bikin anyaman piring, sekarang kita menjahit kardus, dan tetap menggunakan benang wol.

Ngeliat hasil yang udah jadi persis banget sama op-art, cuma bedanya op-art hanya gambar dan garis di atas kertas, sedangkan yang ini kita pakai benang wol untuk menyambungkan garis-garis.

Sebenernya simpel banget, cuma karena kelasku laki-laki semua, dan tipikal mereka memang ga suka yang repot, jadilah, mesti ekstra perhatian sama mereka dengan proyek-proyek model gini. Ada beberapa anak yang kerjaannya rapi jali, yang lainnya berantakan ga karuan padahal mereka tau caranya. Cuma mungkin karena proses pembuatannya memang butuh ketelitian dan ketelatenan, jadi mereka udah terlanjut bete ngeliatnya.

Pertama, bikin alasnya dengan menggunakan kardus bekas ukuran 20x20cm . Tandai dengan pulpen dengan jarak masing-masing 1 cm sekeliling kardus. Bolongi titik tersebut dengan pushpin. Masukkan benang wol ke dalam jarum sulam, lalu jahit.

20150824_101553

20150824_101636

Ada juga kisahnya anak yang jelimet dengan benang kusut :p seperti di bawah ini :

20150824_103514

Atau kisah anak yang menyerah dan memutuskan untuk menjahit sesuai ‘selera’nya, hehe.. :D

20150824_103723

So far, banyak juga yang sukses meski lelah berjibaku dengan kusutnya benang ^_^. Pantang nyerah.

20150825_015907

20150825_212116

Ada anak yang ibunya sampai bela-belain nge-wa (whatsapp) cuma buat konfirmasi hasil karyanya :D

IMG-20150825-WA0008

#latepost

Sebenernya ini udah lama banget bikinnya, dari sejak jaman pemilu tahun kemaren. Tapi tiap kali ngeliat foto ini, aku rasanya seneng ‘n pengen posting gambarnya. Kayaknya sejak bikin ini aku jadi ikut ngefans kusudama.

Waktu jaman pemilu pilkada tahun lalu, banyak flyer partai yang beterbangan ke dalam tembok pagar. Anak-anak mungutin ‘n dionggok di depan pintu. Karena bahan kertasnya yang rada tebal, cocok banget dibikin model ginian. Love it. Love it. Love it.

Bagi yang pengen tau cara bikinnya, search aja video di youtube : Kusudama flower ball, insyaaAllaah banyak modelnya. Keep try ^^

10275936_10203478178225758_9057092341367871373_n

Balon Udara (Pointillism)

Materi kelas 4, kali ini kita belajar pointillism sederhana dengan menggunakan krayon. Rencananya mau bikin rumah adat daerah, tapi karena keliatannya lebih kompleks, akhirnya aku pilih balon udara, sesuai dengan tuts di page aslinya. Sayang aku lupa kemarin ngeliat proyek ini di page mana.

Anak-anak memang beda-beda karakteristiknya yah, di kelas sebelah keliatan banget mereka antusias, tapi di kelas lainnya kayaknya banyak juga yang males-malesan totol-totol gambar pake krayon. Malah ada anak yang bilang : “Kata mama kalau mengerjakan SBK ga perlu bagus-bagus.” Hadeh >_<

Mungkin banyak orang tua yang belum memahami konsep pembelajaran SBK. Di sangkanya SBK hanya sebuah “selingan hiburan” dari penatnya belajar matpel yang serius. Jadi you dont have to give all your efforts. Salah kaprah menurutku. Karena pada dasarnya pelajaran SBK merupakan peran penting bagi pembentukan karakter anak, selain melatih motorik halus mereka. Statemen sang ibu di atas contohnya, menunjukkan bahwa sang ibu mendidik anak dengan cara “Bila anak diberi tugas yang tak terlalu penting, tak usah dikerjakan dengan usaha maksimal, ala kadarnya saja”. Bagaimana bisa seorang anak menjadi pribadi yang bertanggungjawab secara penuh bila sejak kecil mereka diajarkan untuk menyepelekan perkara yang datang di hadapan mereka. Dalam Islam tak ada perkara yang tak penting meskipun dalam pandangan manusia teramat kecil, banyak contohnya di dalam hadits-hadits. Misalnya tentang amal baik meski sebesar biji dzarroh pun kelak akan diperhitungkan oleh Allah. Senyum kepada saudara adalah shadaqah, membuang batu dari tengah jalan merupakan shadaqah, dll. Bahkan seorang masuk neraka pun bisa dari perkara kecil yang dianggap sepele manusia, yaitu menyembelih seekor lalat untuk sebuah berhala.

Hehe, bukan maksud terlalu tendensius bela-belain pelajaran SBK :p. Skip it.

Ini dia hasil karya sebagian anak-anak yang bisa aku capture.

20150820_134912

20150820_134932

20150820_134946 20150820_135003

20150820_135016

One Point Perspective

Kali ini kelas 5 belajar one point perspective. Awal mulanya aku kasih contoh gambarku dengan tema dan latar belakang “Gunung Jaya Wijaya”, sebagai gunung satu-satunya di Indonesia yang memiliki salju. Di tengahnya aku kasih gambar pepohonan dan hutan, jembatan, sungai, perahu dan rumah khas Papua yaitu rumah Honai.

20150820_144616

Tapi anak-anak sepertinya senang membuat gambar sesuai imajinasinya sendiri.

20150820_133439

20150820_133607

20150820_144418

20150820_144435

20150820_144507

20150820_144524

20150820_144544

Batik Jumputan

Masuk materi tentang batik (lagi) di kelas 5 SD. Berbeda dengan kelas 6 yang sudah mulai praktek menggunakan canting, proyek ngebatik kelas 5 mungkin lebih fokus ke teknik pewarnaan batik. Oleh sebab itu, saya ambil Batik Jumputan sebagai materi kali ini. Cara pembuatannya mudah, anak-anak hanya perlu membawa kaos katun berwarna putih, kelereng dan karet gelang. Mereka diminta untuk mengikat kelereng di dalam kaos dengan menggunakan karet gelang. Point yang paling penting adalah kencangnya ikatan karet, karena bila tidak kencang pewarna akan mudah menyusup ke sela-sela kain yang terikat.

Nah, setelah kaos diikat karet, tahap selanjutnya adalah mewarnainya dengan pewarna pakaian..

20150819_101855

20150819_101901

20150819_101908

Setelah karet di buka dan kelereng dikeluarkan, maka hasil yang di dapat akan seperti ini :

20150819_101648

20150819_101709

20150819_101735

20150819_101754

20150819_101825

My Latest Crochet Bag

Kata ibuku, aku ga boleh capek, jangan terlalu berambisi dengan pekerjaan, setiap kali ngeliat aku bawa benang dan hakpen kemana-mana. Mungkin beliau fikir, aku terlalu workaholic. Padahal, merajut adalah salah satu caraku menghindari kebosanan. Dari dulu teman-temanku di sekolah selalu menjuluki aku petakilan, pecicilan :D karena pada dasarnya aku tipikal orang yang ga bisa diam, mungkin kalo di sebut di jaman sekarang, aku tipe kinestetik. Ketika ngobrol, aku lebih suka menggerak-gerakkan tanganku sebagai bentuk ekspresi. Ketika mendengarkan, alangkah baiknya ada selembar kertas dan pulpen di genggamanku sehingga tanganku leluasa mencoret-coret.

Tapi sejak ‘mba’ yang biasa bantu-bantu aku di rumah resign, kayaknya udah ga ada waktu buatku untuk ‘bosan’ >_<. Persis kata si Arkana (artis kesayanganku waktu SMA tapi sekarang udah engga karena aku udah insap) – So little time so much to do – T_T saking banyaknya pekerjaan, ga punya waktu lagi untuk merasa ‘bosan’ tapi punya banyak waktu untuk nangis. Oleh sebab itu, merajut merupakan aktivitas yang lumayan mahal untuk aku kerjakan saking ga sempetnya.

Oke, stop curhatnya :D.

Ini produk tasku yang udah lamaaaaa banget kelarnya, tapi baru selesai dilapis pekan kemaren. Warnanya item-merah. kind of sexy :p. Beserta tempat botol air mineral. Udah laku. Pengen pamer aja disini :D.

Tapi nyari lokasi buat motonya susah bener, secara warnanya yang glossy ga bersahabat dengan kamera hape >_< ..

20150816_110443

Bermain Manik-manik (Beads)

Membayar janji ke Rahma, Adek kelas di kota Raha, yang pengen ngeliat aktivitas anakku bikin gantungan kunci dari manik-manik. Sebenernya manik-manik ini siap pakai, di jual 1 set dari mulai cetakannya, manik-maniknya, alas gosoknya, dan pinset plastiknya. Jadi ga sembarangan manik-manik bisa dijadikan gan-ci dengan teknik ini. Tapi waktu anakku bikin ini bareng-bareng, mereka excited banget. Sayang banget karena beadsnya ga dijual terpisah, jadi kalo beadsnya abis, ya wassalam semuanya.

Nah, tahap pertama, susun manik-manik sesuai pattern yang diminta (pattern sudah tersedia).

20150628_093748

20150628_093750

20150628_093755

20150628_091543

Setelah jadi, bisa langsung di setrika. Jangan lupa, pasang dulu alas gosoknya supaya manik-manik ga nempel.

20150628_091721

Nah, tunggu panasnya hilang, langsung bisa dipasang gantungan kuncinya. ^^

20150628_092202

20150628_092417

Anyaman Ikan

Kalo ngeliat anyaman ikan ini jadi inget bikin kulit ketupat. Rada mirip soalnya. Tapi kalo di suruh bikin kulit ketupat, suwer ga bisa. Dulu waktu kecil sering diajarin bikin, tapi engga pernah sukses. Sampe sekarang pun kalo ngeliat kulit ketupat, seringnya sedih karena dia adalah salah satu ambisi yang tak tersampaikan. Biarlah keinginan itu tertutup puing-puing masa lalu, marilah kita sambut hari esok yang cerah dengan senyuman #eaaa.

Bikin ini sebenernya ga susah-susah amat, cuma butuh ketelitian tingkat tinggi aja karena kalo keselip satu langkap, bakal bubar semua. Tadinya sempet ga pede anak-anak bakal selesai, tapi ternyata sebagian besar bisa, alhamdulillaah.

Aku ngeliat tutorialnya di buku pegangan SBK kelas 6 SD, entah terbitan tahun kapan.

Well, cekidot karya anak-anak ^^.

20150814_140445

20150814_140233

20150814_140139

20150814_140207

Blog at WordPress.com. | The Baskerville Theme.

Up ↑

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers