Tag Archives: sbdp

City Scape Reflection

Standard

Nama kerennya siy City Scape Reflection, tapi pas di tanya ke anak-anak, apa sebenarnya arti refleksi, kompak mereka jawab “PIJAT”… >_<

Refleksi adalah pantulan cahaya, diibaratkan ketika kita melihat sebuah benda di atas air, maka air akan memantulkan gambar benda tersebut karena adanya cahaya.

Gambar asalnya kita gunakan kertas origami untuk membentuk benda, berupa bangunan-bangunan dan atributnya. Lalu, hasil pantulannya akan kita gambar menggunakan media krayon.

20151023_132149

20151023_132201

20151023_132354

Diorama Makhluk Hidup dan Lingkungannya

Standard

Berikut proyek kelas 5 lagi, membuat diorama. Karena materi SBK kelas 5 banyak bersinggungan dengan lingkungan sekitar, kehidupan manusia, kehidupan binatang beserta habitatnya. Maka kali ini kita akan membuat diorama Manusia dan lingkungan.

Proyek ini sedikit rumit, maka siswa dibentuk per kelompok. 1 Kelompok terdiri dari 3 orang. Masing-masing kelompok diberi kebebasan memilih tema. Baik tentang kehidupan ikan, kehidupan manusia, dll.

Nah, ini contoh hasil karya mereka.

20151105_131807

20151105_131745

20151105_131722

Kolase Robot dari Koran Bekas

Standard

Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar (Sumber : wiki). Kolase merupakan kegiatan menyenangkan untuk anak-anak.

Kali ini kita bikin kolase dari koran bekas. Tahap pertama, anak-anak diminta mewarnai koran bekas menggunakan cat air. Dijemur kemudian di bawa untuk pertemuan selanjutnya.

Tahap selanjutnya adalah menempel koran di atas gambar robot yang digambar sendiri oleh anak-anak. Kenapa harus robot? Sebenarnya bisa dimodifikasi, misalnya gambar baju daerah atau semisalnya, tapi karena anak-anak seneng banget gambar robot, saya memutuskan untuk membuat kolase sesuai gambar yang mereka senangi.

20150910_073118

20150910_075350

20150910_075432

20150910_075720

Topeng Papua – Faceless Tribal Mask

Standard

Pernah liat face-paintingnya masyarakat Papua? Warnanya cerah dengan goresan menarik. Nah, kali ini anak-anak kelas 5 akan membuat topeng dengan motif seperti Papua face-painting. Tapi kali ini kita akan membuat yang faceless untuk menghindari penggambaran wajah.

Cara membuat topengnya relatif mudah, hanya butuh balon, lem fox dan koran bekas. Pertama, tiup balon sebesar ukuran kepala manusia, simpul, sisihkan.

Di sebuah wadah campurkan 40 gr lem fox dengan 100 ml air, aduk rata.

Sobek-sobek koran kecil-kecil. Celup ke dalam campuran kecil.

Oles setengah bagian balon dengan lem fox, kemudian tempelkan koran yang sudah dicelup. Oles lem lagi. Tempelkan koran. Ulangi proses tersebut beberapa kali hingga lapisan koran cukup kokoh untuk dijadikan topeng. Jemur hingga kering.

Setelah kering, pecahkan balon. Rapikan pinggir-pinggir balon sesuai bentuk topeng.

Warnai Topeng menggunakan cat poster atau cat akrilik.

20150910_093623

20150910_093632

20150910_093658

Nah, berikut contoh topeng yang sudah jadi.. ^_^

20150910_093802

20150910_093754

20150910_093605

20150910_133355

Motif Hias Toraja

Standard

Semester ini, kelas 5 SD banyak materi ragam hias. Nah, kali ini kita akan memperkenalkan anak-anak dengan salah satu motif hias khas sebuah suku di Indonesia, yaitu Suku Toraja. Suku Toraja adalah suku yang berada di Sulawesi, dan motif hias mereka dominan warna hitam. Teknik pembuatannya sama dengan Menggambar dengan Penggaris, namun dengan motif yang biasa digunakan suku Toraja.

20150805_112924

20150805_113003

20150805_113018

20150805_113032\

20150805_113052

20150805_113619

Menganyam dengan Kardus Bekas

Standard

Masih tentang materi anyaman, kali ini kita bikin anyaman dari kardus bekas. Peralatan yang dibutuhkan sederhana saja, cukup kardus bekas ukuran 20x30cm, benang wol dan gunting.
Ujung-ujung kardus kita gunting sebanyak bilangan ganjil, kemudian kita pasang stringnya. Barulah kardus bisa kita anyam dengan cara memasukkan benang ke dalam jarum sulam terlebih dahulu. Bila dibandingkan dengan anyaman piring plastik, anyaman kardus ini lebih membutuhkan banyak ketelitian dan kesabaran, dan harus selalu memperhatikan kekuatan tarikan tangan, karena bila terlalu kuat, anyaman akan menciut di bagian tengahnya.
So Far, cukup bagus, meski cuma 3 anak yang mampu menyelesaikan sampai ujung, itu pun karena di buat pr. Karena membuat ini ternyata butuh waktu yang lama bila menggunakan benang wol. Supaya cepat, mungkin bisa pake tali tambang kapal 😀

20150312_084029
20150312_084023
20150312_084014