Category Archives: Daur Ulang

Anyaman Dari Koran Bekas

Standard

#LatePost

Ini harusnya udah di posting di sini dari kapan lalu, tapi secara bu gurunya ribet bin rempong bingits, boro-boro sempet nengok blog, buat makan aja kadang ga pake dikunyah saking buru-burunya 😀 tapi intinya kan ditelen yaks. Tapi suwer meski postingan lama, tapi hasil karya anak-anak ini lumayan loh, apalagi untuk ukuran anak kelas 7, ane aja belum tentu bisa telaten bikin ginian gan… >_< .

Karena tahun lalu SBK di pecah jadi 2 mengikuti kurtilas, jadi Pelajaran Seni Budaya dan Pelajaran Prakarya terpisah, masing-masing punya 2 JP, jadi untuk Prakarya rada buru-buru bin instant pembuatannya. Untuk proyek ini masuk ke Prakarya, anak-anak diminta ngelintingin koran dulu dari rumah, baru dianyam di sekolah, kalau ga selesai, dijadikan PR atau dilanjutkan pekan depannya. Waktu mereka membuat ini, sempet aku foto, tapi pas proses pewarnaannya ga sempet. Baru kemaren sore inget karya anak-anak ini udah dipake buat wadah macam-macam alat di kantor guru SMP.

ini ketika proses pembuatannya :

1739876_402716569876165_946348821_n

Nah, untuk pewarnaannya kita semprot pake cat pylox aja supaya cepet ^^. Nah ini hasil karya mereka yang sudah jadi.

20150812_095000

20150812_095022

20150812_095043

20150812_094935

Mendaur Ulang Sendal Hotel

Standard

Pernah bawa pulang sendal hotel yang sudah bekas pakai? Dengan dalih bisa dipakai lagi di rumah, sendal hotel bekas kita pakai biasanya akan kita bawa pulang yang akhirnya malah menumpuk ga karuan di rak sepatu. Untuk menyiasatinya, bisa kita modifikasi dengan rajutan. Yuk, kita lihat cara membuatnya.

20150321_105202

20150321_110117

20150324_062350

20150324_084718

Membuat Kapal Dari Kardus Bekas

Standard

Yups Yups, sesuai janjiku untuk bikin tutorial kapal dari kardus bekas yang kemarin baru aja aku dan anakku bikin, namun qadarullaahu ternyata karena saking seriusnya bikin jadi ada beberapa tahapan yang terlewat untuk di foto. Sebenarnya ini tugas dari guru anakku, untuk bikin perahu dari kardus bekas bersama ayah atau ibu, sempet gontok-gontokan juga sama si bocil ttg pemilihan warna atau bentuk finishingnya, tapi emang ini aslinya tugas siapa coba >_< koq bisa emaknya ga mau ngalaaah! Arrgghh! Dan maaf juga karena ngerjainnya malam hari, jadi gambarnya ga jelas agak remang-remang plus tidak di watermark. Yeah, riskan banget di catut orang. Biarlah.

Tahap pertama, siapkan bahan-bahannya. Cukup  2 kardus bekas air mineral, cutter, gunting tajam, selotip, lem fox, kertas origami, pensil.

Buat pola untuk alas bagian bawah kapal : 20150610_142833

Kemudian, buat lah untuk sisi-sisinya 2 buah, untuk sisi kanan dan sisi kiri. 20150610_143741

Nah, kemudian tempel sisi-sisinya dengan selotip : 20150610_144919

Setelah itu, cetak karton kedua untuk bagian atas kapal, lalu gunting, kemudian tempelkan di atas bagian kapal dengan memberi 1 cm jarak dari ujung kardus. Bingung? Yaks, liat aja gambarnya yah.. hihi, ada penampakan kaki si bocil cil cil.. 😀 20150610_145624

Selotip seluruhnya sampai terbentuk bagian badan kapal. Dari kardus yang tersisa, buatlah kotak kecil, lalu tempelkan di bagian atas kapal dengan selotip. 20150610_152134

Nah, setelah itu, barulah seluruh kapal kita lapisi dengan kertas origami. Caranya, oleskan seluruh permukaan kapal dengan lem fox, kemudian di lapis kertas origami secara hati-hati.

20150610_161402

Beri Hiasan pada badan kapal, misalnya kita bikin ban penyelamatan, jendela, pintu, setir nakhoda, dll.

20150610_162846

20150610_164305

20150610_165106

20150610_191226

20150610_203414

Daur Ulang For Charity

Standard

Baiklah, hari ini kita akan membahas latar belakang judul thread ini. Kenapa bisa terbesit daur ulang untuk charity, yang kalo di IG (Instagram) biasa aku kasih hashtag #savetheearthlovethehuman .. Berawal dari hobi ibuku minum kopi, lalu aku minta ibuku mengumpulkan bungkus kopinya karena sayang melihatnya terbuang percuma. Tadinya aku berencana untuk bikin jas hujan, qadarullaah ga ada waktu sampai-sampai bungkus kopinya numpuk di pojokan. Akhirnya coba cari tutorial untuk ‘mengakali’ supaya bungkus kopi itu bisa bermanfaat, dan ternyata ada tutorial untuk bikin tas dari kertas bekas. Aku berinisiatif untuk menggantikan kertas itu dengan bungkus kopi. Well, jadi juga… meski untuk bikin 1 tas ini butuh 500 lembar bungkus kopi, dan butuh waktu 1 pekan untuk pengerjaannya >_<… Alhamdulillaah, ternyata ibuku senang dapet kiriman tas dari anaknya…

bungkuskopi4

 

Sejak itu, ibuku semakin rajin mengirim bungkus kopinya. Dan tetangga-tetangga yang melihat aku bikin tas dari bungkus kopi, mulai berinisiatif mengumpulkan bungkus2 kopi juga dan mengirimnya padaku. Karena banyaknya sumbangan, aku memutuskan tas yang dibuat dari hasil sumbangan teman-teman akan kami  jual dan hasil penjualannya akan didonasikan untuk korban bencana Alam dan Fakir miskin. Ayooo, siapa yang ingin ikutan menyumbangkan bungkus kopinya? contact me, ok? ^^

Kemudian, sharing dengan beberapa teman, lalu mereka bilang… bahwa tas yang aku bikin berbeda teknik pembuatannya dengan yang biasanya. Jadilah, mereka tunjukkan tas buatan orang, yang sepertinya lebih solid, berbeda dengan tas bikinanku yang lebih ringkih. Aku ngubek-ngubek lagi youtube untuk cari tutorialnya, ketemu beberapa tutorial, indonesia punya.. cuma ga maksimal karena prosesnya kurang detil. Alhamdulillaah, ada contoh tas real-nya yang bisa aku plagiat, dan hingga sekarang aku lebih pilih teknik ini. Ini beberapa hasilnya…

 

bungkuskopi

bungkuskopi3

bungkuskopi2

bungkuskopi1

 

10171148_10203464161875358_3217536739115571075_n

 

Setelah aku posting beberapa kali di dunia maya, baik melalui Facebook, Twitter atau Instagram tentang Daur Ulang for Charity ini .. Alhamdulillaah, ada juga yang mengirim bungkus2 kopi, bungkus snack, bungkus minuman instant, dll … Terimakasih yang sebesar2nya untuk yang telah menyumbang kepada kami; Ibuku, Bu Mar,  mbak Sikta Malasari, mba Puji Umm Harits, Umm Razan beserta anak2nya, mba Sri Umm Alfi, mba Ayesh Umm Abdillaah, mba yang dagang es Bubble, dll… Jazakunallaahu khayran ^^

Merajut Bunga dari Kantong Plastik Bekas

Standard

Masih tetap bertahan level-nya di Beginner dalam bidang crocheting, baru bisa bikin bunga, bunga dan bunga lagi, hehhe. Pengennya naik level supaya bisa bikin tas, peci atau cardigan… tapi kayaknya harus memupuk kesabaran dulu.

Benang habis untuk crochet? Jangan sedih… pake aja kantong plastik kresek bekas yang numpuk di rumah… sebenernya pengen banget crochet tas dari plastik bekas… qadarullaah belum punya cukup waktu bikinnya.. insyaAllaah next time.

crocheted flower

Membuat Gelang dari Botol Shampoo Bekas

Standard

Bismillah,

Punya botol shampoo tak terpakai? Jangan dibuang… coba dulu bikin yang ini, insya Allah menarik koq ^^

Alat dan bahannya pun sederhana aja, cukup sediakan pisau, gunting besar, lem tembak (berhubung aku ga ada lem tembak, terpaksa aku pake lem putih), lilin, jarum jahit dan tentu aja botol shampoo-nya.

ini penampakan botol shampoo yang udah abis isinya (dibuang dulu label merknya) :

 

Abis itu, belah 2 menggunakan pisau atau gunting besar atau cutter, sisihkan tutupnya :

 

 

Potong  botol shampoo beserta tutupnya berbentuk segiempat kecil. Tadinya aku mau bikin bentuk bunga, qadarullaah rada keras dipotong, akhirnya nyerah juga *nyari yang gampang ajah dah, hee 😀

 

Truss, lem keduanya :

 

Setelah kering dan menempel sempurna, beri bolongan pada kedua sisinya. Caranya : nyalakan lilin, lalu bakar ujung jarum, kemudian tusukkan ke sisi yang ingin di bolongi, ulangi beberapa kali sampai lubang cukup besar untuk dipasangkan besi pengait.

 

Setelah itu, pasang besi pengaitnya satu persatu hingga menjadi sebuah untaian :

 

Nah, gelang yang cantik sudah siap menghias tangan mungil putri anda… selamat mencoba ^^ (coba bikin yang lebih rapih yaa daripada bikinan saya -lemnya mbleber kemana2 soalnya –  ^^’)

 

Membuat Buku “Buah Berwarna Merah”

Standard

Sekali lagi (semoga ga bosen), aku bikin hardbook dari kotak makanan bekas. Kali ini aku mengkombinasinya dengan kertas origami. Buku ini berfungsi untuk mengenalkan anak-anak dengan buah dan warna buah-buahan, yang kebetulan pada edisi buku kali ini aku mengambil warna merah sebagai materi (jiyee, materii.. :p). Cukup dengan bantuan gunting dan lem, jadilah buku yang atraktif untuk anak anda.

Sebenarnya buku ini belum kelar bikinnya, masih ada beberapa lembar kosong di belakang yang belum di isi (tadinya mau nambahin buah cherry, leci atau buah naga) tapi udah kadung bosen :p dan males ngelanjutinnya. Cover depannya pun masih kosong melompong. Tapi nikmati aja hasil yang udah jadi, semoga menambah inspirasi ibu-ibu yang ingin membuat media belajar sendiri untuk anaknya dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Cekidot! ^^