Category Archives: Nasehat

Peran Istri Terhadap Suami Mereka

Standard

Kita ini hanyalah manusia biasa… begitu pun suami kita, tidak ada yang sempurna.
Ketika para istri ingin difahami segala kekurangannya, maka suami pun memiliki hak yang sama.

Hubungan suami istri bukan hanya ada di atas kertas nikah, tetapi ada dalam ikatan batin.
Mereka ibarat pakaian, yang saling menutupi (aib-aib), yang saling memberi kehangatan dan saling melindungi.

Ketika suami kelelahan, maka para istri-lah yang membasuh peluhnya, memberinya minum dan menyiapkan bantal untuknya bersandar.

Ketika suami bersedih, maka para istri-lah yang menitikkan air mata.. berdoa untuk kebahagiaan suami mereka.

Ketika suami bergembira, maka para istri-lah yang wajahnya merona karena turut merasakan kegembiraan itu.

Ketika suami di rundung masalah, maka istri-lah yang menghiburnya, memberikan dukungan dan senantiasa menasehati suami untuk selalu bersabar dengan segala cobaan.

Ketika suami menampakkan kekurangan, maka istri yang bijak adalah yang menyembunyikan kekurangan-kekurangan suaminya, karena dengan mempertontonkan aib-aib suaminya berarti juga memperlihatkan aib-aibnya sendiri dan tidak pernah menceritakannya pada siapa pun, karena dengan membicarakannya pada orang lain, berarti kita telah menelanjangi diri kita sendiri.

Betapa menyedihkannya nasib seorang suami, yang ketika cobaan berat menimpanya, lalu sang istri malah menyalahkannya, tidak bisa menerima kenyataan dan menghujaninya dengan cercaan-cercaan, bahkan menjauhinya.

Mengumbar-umbar aib suami di hadapan sahabat-sahabatnya dan menjatuhkan martabatnya di hadapan mereka.

Maka seharusnya, ketika suami di hina dan di permalukan orang, muka para istri-lah yang pertama kali merah padam karena marah dan berjuang habis-habisan untuk melindungi kehormatan suami mereka.

Wahai para istri, fahamilah…
Ketika seorang suami marah terhadap istrinya, maka pastilah ada sebabnya… maka introspeksi-lah dirimu.
Kemarahannya hanya karena ia masih sayang dan perduli denganmu…
Ingin meluruskanmu pada jalan-jalan yang akan membawamu kepada kebahagiaan.
Lalu, apakah dirimu telah melakukan pembangkangan yang nyata terhadapnya?

Ketika suamimu tertimpa musibah, maka temani-lah dan hiburlah…
Sambil berkata : “Wahai suamiku, bagaimana pun keadaanmu saat ini dan saat yang akan datang, aku akan terus menemanimu dalam suka dan duka, dalam tangis dan tawa… karena kita adalah SATU.
Ketika kau terjatuh, maka kita akan berjuang bersama untuk bangkit kembali. Dan percayalah, bila saat itu tiba.. aku tidak akan pernah meninggalkanmu…
Ketika kau kembali bangkit, aku akan menemanimu terbang ke angkasa.. dan kita akan menikmati indahnya pemandangan bersama-sama…”

Cinta itu adalah ketika kita mencintai dan menginginkan kebahagiaan suami di atas kebahagiaan diri sendiri.
Karena bahagia tidak akan pernah tercapai bila kita berlari sendirian…

Advertisements

Cara Mudah Membiasakan ANAK SHOLAT

Standard

Tulisan ini dikutip dari sebuah buku dagangan saya yang berjudul ’92 Cara Mudah Membiasakan ANAK SHALAT’ yang di tulis oleh Hana’ binti Abdul Aziz ash-Shunai’ terbitan Darul Haq. Menilik begitu banyak manfaat yang bisa diambil dari tulisan beliau, maka saya pikir akan sangat bagus bila saya men-share-nya di sini (yang tentu saja saya ambil poin2- pentingnya saja), semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas jasa-jasa beliau dengan kebaikan, aamiin.

Sebenarnya buku ini merupakan ringkasan dari buku beliau yang berjudul “Tajarib li al-Aba’ wa al-Ummahat fi Ta’wid al-Aulad ‘ala ash-Shalat” (Usaha Orang tua untuk membiasakan anak-anak mereka sholat).

Nah, untuk mempersingkat, maka marilah kita simak point-pointnya :

1. Keikhlasan Anda dalam mendidik anak-anak sholat untuk mencari Wajah Allah subhanahu wa Ta’ala dan negeri akhirat akan memancarkan kekuatan-kekuatan yang ada pada diri Anda dan menjadikan Anda seperti gunung yang tidak goyah oleh terpaan angin dan perubahan iklim terhadap anak-anak Anda.

2. Bangunlah keyakinan pada diri mereka bahwa maut bisa datang kapan saja! jelaskan tentang husnul khotimah dan su’ul khotimah.

3. Mengajarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Tidakkah mereka mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (Al-‘Alaq : 14) untuk menumbuhkan keyakinan akan pengawasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap mereka.

4. Jangan menampakkan rasa putus asa dalam memperbaiki anak Anda di hadapannya.

5. Sebaiknya sang Ayah pun ikut mengontrol Shalat anak-anak, dengan cara menelpon dan menanyakan perihal shalat anak-anak ketika bekerja/keluar rumah.

6. Dahulukan masalah akhirat atas masalah-masalah dunia. Misalnya : Menunaikan shalat pada waktunya lebih penting daripada melaksanakan tugas-tugas sekolah, memelihara waktu sholat lebih penting daripada berbincang-bincang, bermain, nonton, dll.

7. Belikan beberapa buku bergambar/cd edukatif yang menjelaskan cara wudhu dan sholat praktis dengan gambar, serta berisi sebagian dzikir.

8. Merangkul, mencium, menepuk bahu dan mengusap punggung serta mengadakan kontak batin yang diberikan oleh kedua orangtua sebagai motivasi pada anak untuk sholat setelah mereka menunaikannya, (nilainya) akan dapat melebihi ribuan hadiah lain.

9. Kaitkan hati anak-anak Anda dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan menanamkan prinsip-prinsip tauhid dalam diri mereka; cinta  Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan cinta RasulNya; taat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan taat RasulNya; takut, harap dan iman.

10. Jangan mengandalkan salah satu pihak untuk mengajarkan anak-anak shalat. Sang Ayah jangan hanya mengandalkan Sang Ibu, begitu pula sebaliknya.

11. Pada permulaan membiasakan anak untuk sholat, bisa dengan cara memberikan mereka hadiah.

12. Pujian objektif untuk anak Anda saat berada di dekat kerabat, seperti kakek, paman dan anak-anak seusianya, akan mendorong anak untuk sholat dan beramal sholeh.

13. Jadilah teladan baik bagi anak-anak Anda wahai ayah dan ibu, dengan menjadi pribadi yang paling memelihara shalat dan orang pertama yang shalat pada waktunya.

14. Manfaatkan pertemuan-pertemuan keluarga untuk melaksanakan shalat berjama’ah.

15. Berbincang-bincanglah dengan anak Anda dengan bahasa perasaan yang menyentuh, “Ayah sangat menyayangimu, ayah mengkhawatirkanmu terkena adzab neraka, engkau tak akan menemukan orang yang menasehatimu seperti ayah, engkau adalah belahan jiwa ayah, ayah tidak akan membiarkanmu disiksa di neraka, ayah menginginkanmu di surga bersama ayah, insya Allah, dan ayah tidak akan membiarkanmu menjadi bahan bakar Neraka Jahannam.” Biarkan anak-anak Anda melihat air mata Anda berlinang saat Anda mengingatkan mereka dari api neraka dan azab, dan saat anda mengajak mereka menuju kebaikan dan surga, itu membuat mereka merasa bahwa kata-kata Anda benar dan memiliki pengaruh yang mendalam pada diri mereka.

16. Katakan pada anak Anda, “Shalat membedakanmu dengan orang-orang kafir. Yang ada hanyalah Muslim atau kafir, tidak ada pertengahan di antara keduanya. Untuk itu, pilihlah untuk dirimu sendiri!”

17. Carilah teman-teman yang baik untuk anak-anak Anda. Saat ibu tahu bahwa di keluarga fulan ada putri-putri yang sebaya dengan anaknya yang menataati syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, hendaklah dia sering-sering mengunjunginya dengan membawa serta putrinya dan mengajak mereka untuk sering berkunjung ke rumah. Ayah juga harus melakukan hal serupa untuk putra-putranya.

18. Ciptakan spirit persaingan dalam ibadah di antara anak-anak Anda, amal baik secara umum, dan mendirikan shalat secara khusus.

19. Ajarkan anak-anak surat-surat pendek dan belikanlah perangkat shalat untuk anak-anak Anda.

20. Doakan kebaikan untuk anak anda. Berdoalah untuknya saat Anda tidak berada di hadapannya dan sesekali saat Anda berada di hadapannya.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mempermudah para orang tua dalam mengajarkan anak-anak mereka shalat. Dan semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin yaa Robbal ‘Alamiin…

Semestinya kita menjadi sebuah Masyarakat yang pandai bersyukur…

Standard

Bulan Desember tahun lalu, jalanan depan rumah di Bekasi baru aja di aspal. Minggu ini, jalanan samping rumah ibu di Ciledug di konblok… semua gratis dari Pemda. Alhamdulillah.

Sebenarnya bila dihitung-hitung, cukup banyak pemerintah memfasilitasi masyarakat dengan berbagai macam infrastruktur. Semisal: jalan raya, posyandu, puskesmas yang sekarang tampilannya lebih ‘mewah’, kantor polisi yang lebih ‘bonafide’ (+ kendaraan patroli mereka) serta gedung-gedung layanan masyarakat lainnya. Pemerintah juga memfasilitasi masyarakat untuk hidup lebih layak dengan “bedah rumah”, menggaji ratusan ribu PNS, Menggratiskan biaya pendidikan dan kesehatan untuk rakyat miskin. Belum lagi berbagai macam subsidi pada BBM, Sembako, BLT dll.

Semestinya kita menjadi sebuah Masyarakat yang pandai mensyukuri kebaikan orang lain (baca: pemerintah), terlepas dari berbagai tetek bengek konflik yang ada di pemerintahan, yang bisa jadi bukan ruang lingkup kita untuk terjun ke dalamnya dan atau mengetahui isinya. Kita pun tidak punya hak untuk ‘menelanjangi’ pemerintah dengan mengumbar-umbar aib mereka, mengorek-ngorek kebobrokan mereka dan turut serta memprovokasi orang lain untuk membenci mereka, padahal belum tentu berita-berita buruk yang berseliweran tentang pemerintah itu benar adanya.

Janganlah kita jadi korban media, yang begitu semangat memberitakan tentang segelintir orang miskin yang terlantar, tapi tak pernah memberitakan ribuan manusia yang tertolong dari maut karena uluran tangan pemerintah. Media yang lebih senang mengangkat berita tentang satu gedung yang ambruk karena salah prosedur pembangunan dibandingkan beribu-ribu bangunan fasilitas masyarakat yang telah didirikan pemerintah untuk memudahkan masyarakat beraktivitas. Atau media yang hanya senang memberitakan tentang banjir tanpa pernah memberitahu masyarakat berapa trilyun rupiah yang telah dihabiskan pemerintah untuk membangun banjir kanal dan biaya pembebasan lahan masyarakat. Atau media yang hanya memberitakan tentang kejelekan-kejelekan pemerintah tanpa pernah menyebut kebaikannya… Hingga begitu banyak rakyat indonesia yang jadi berburuk sangka bak kacang lupa kullitnya..

Kita harusnya banyak bersyukur, dan terus mendukung pembangunan-pembangunan yang dilakukan pemerintah. Jangan hanya bisa berteriak-teriak minta ini dan minta itu, sedangkan tidak pernah memberi sumbangsih yang berarti untuk negara ini.

Jika kita ingin hidup layak dan berkecukupan, jangan meminta pemerintah menggratiskan semua fasilitas (yang logikanya dibangun di atas pondasi ‘uang’). Tapi sebagai warga negara yang baik, seharusnya kita ikut bekerja keras memutar roda ekonomi negara hingga kita bisa ikut meringankan beban pemerintah dan tidak hanya menjadi ‘sampah’ yang bisanya cuma merengek dan menuntut segala hal.

Sesungguhnya tangan di atas itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah…

Menerima fasilitas dari pemerintah memang membahagiakan, tapi alangkah lebih bahagianya seseorang bila dia bisa memfasilitasi orang-orang di sekeliling mereka untuk tidak terlalu tergantung pada pemerintah…

Sekali lagi, jadilah masyarakat yang pandai bersyukur dan masyarakat yang mandiri…… dan janganlah menjadi seperti sebuah peribahasa : “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”.

:: Ummu Aliyyah ::

Kenapa harus berkata : ‘Jazakumullaahu khoyr’?

Standard

Subhanallah, semakin bertambah usia anak-anak sepertinya semakin memperingan beban pekerjaan umi. Mereka sudah mulai pandai membantu pekerjaan umi sehari-hari.  Berbelanja ke warung, menyapu dan menge-pel lantai, mencuci piring,  menyiangi sayuran, menyetrika baju, dll (meski engga sering).
Hadiah umi pada kalian setiap kali selesai membantu hanya-lah sebuah ucapan : “Jazakumullaahu khoyr” (Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan). Dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa orang tua untuk anaknya…

]من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

“Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan : jazaakallahu khaer (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.”

(HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

Apa sih Kebahagiaan?

Standard

Semua makhluk hidup pasti ingin bahagia. Tapi apa sih sebenarnya makna dari kebahagiaan itu? Apakah ketika kita memiliki banyak harta benda yang tak habis-habis dipakai bisa menjamin kita bahagia? Apakah ketika kita memiliki banyak anak dan sahabat bisa membuat kita bahagia sepenuhnya? Atau apakah bila kita memiliki suami yang tampan atau istri yang cantik bisa menghentikan kesedihan dan masalah-masalah yang melanda? Betapa banyak kita menyaksikan orang-orang yang terlihat begitu gembira dan tertawa terbahak-bahak karena “katanya” mereka merasa bahagia. Tapi ketika mereka menyendiri, dan jauh dari komunitas mereka, tiba-tiba ada relung hampa dan kosong jauh di lubuk hati mereka yang menjadi indikator bahwa mereka “belum” merasa bahagia…

Aih.. memang sulit mendefinisikan, menjelaskan dengan gamblang dan empiris tentang makna kebahagiaan. Karena kebahagiaan bukanlah benda yang bisa dilihat, dihitung atau pun dipindah tangankan. Kebahagiaan itu adalah permasalahan hati, dan kita sama-sama tahu, benda yang dimiliki manusia yang paling sulit difahami itu adalah hati.

Hmmm, terus kenapa saya terus berbicara mengenai kebahagiaan? Engga tau juga, mungkin karena begitu banyak orang-orang di sekeliling saya berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan itu, dan mereka juga bingung cara meraihnya. Karena kebingungan itu mereka jadi merasa tertekan dan stress berat. Apa pasal? karena bila mereka tidak mendapat kebahagiaan, otomatis mereka akan terjun ke jurang kesedihan. Tak akan ada abu-abu. Hanya hitam dan putih. Dan disitulah letak mengapa begitu banyak orang yang berambisi mencari kebahagiaan… *begitu juga saya.

Apakah ada yang bertanya apa saya sendiri sudah merasa bahagia? Mungkin tidak ada yang akan bertanya seperti itu selain diri kita sendiri, terus terang.. semua manusia itu egosentris, cenderung lebih memilih untuk membahagiakan dirinya sendiri dulu ketimbang sibuk dengan kebahagiaan orang lain. Betul begitu? huhuhuhu… ngaku aja deh, karena saya juga kadang merasa seperti itu.

Banyak hal yang saya pelajari tentang perjalanan saya mencari kebahagiaan. Ketika saya terpuruk dan begitu merasa putus asa (baca: merasa tidak bahagia) adalah hanya karena saya kurang mensyukuri apa yang saya miliki selama ini. Kesibukan-kesibukan saya memperhatikan kebahagiaan orang lain (yang mungkin saja hanya di permukaan), membuat saya kurang menghargai kebahagiaan saya sendiri. It means… kalau kita memang ingin bahagia, maka hitunglah nikmat-nikmat dari Allah yang telah kita dapatkan, lalu bersyukurlah kepada Allah karenanya. Karena apa, karena kita tidak akan pernah bisa menghitung nikmat-nikmat itu dikarenakan begitu banyaknya! Subhanallah…. apalagi yang menghalangi manusia untuk bisa hidup bahagia selain mensyukuri apa yang telah dia miliki.

Bila kita bersyukur, maka kebahagiaan itu akan terus meluap-luap… saking meluapnya, kadang-kadang ingin kita bagi kepada banyak orang di sekeliling kita. Maka disitulah timbul pertanyaan balik, bukan lagi kita bertanya “Apakah kita telah merasa bahagia?” tapi pertanyaan yang muncul adalah “Apakah orang lain bahagia hidup bersama kita?/ Apakah kita sudah mampu membahagiakan orang lain?” karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita juga. Yaa kalau mau lebih dalam lagi pembahasannya, sebenarnya kebahagiaan hakiki adalah di akhirat sana. Karena dunia ini hanyalah tempat sementara, yang ketika rasa bahagia dan kesedihan itu ibarat kedipan mata yang tak ada nilainya.

Jadi, marilah kita berlomba-lomba untuk mencari kebahagiaan sejati… seperti postingan status saya terakhir di fesbuk : “KEBAHAGIAAN adalah ketika kelak kita bertemu Allah dengan wajah berseri-seri karena beratnya timbangan amal kebaikan kita dan mengetahui bahwa Allah telah mengampuni semua dosa-dosa kita. Dan seandainya kita tahu besarnya urusan pada saat itu, niscaya kita akan sedikit tertawa dan banyak menangis..”

Sekian…

*Iseng-iseng di pagi hari yang penuh kicauan burung @ bekasi

I Love this words….

Standard

Sebenernya ini update status fb saya yang udah di sortir…. ^_^ :

“I’ll B your shoulder to cry on, I’ll B your spirit when you down… I’ll B here to accompany you, going up N laughing together, falling down N crying together, cos we’re created to B united, insya Allah…. Tak ada hubungan yang lebih indah ketika engkau bersabar atas kekuranganku dan aku bersabar atas kekuranganmu, lalu kita berusaha memperbaiki diri dan berkata : “Subhanallah, masih beruntung aku memilikimu…”.

“Running your life with no compliances.. “

“Tawakal kepada Allah adalah sumber kekuatan seorang muslim. Tak akan ada tangis, tak ada keluh kesah, tak ada gerutu, tak ada kesedihan, karena mereka percaya, Allah-lah yang akan menyelesaikan segala persoalan-persoalan. Sesungguhnya, dibalik setiap kesulitan itu ada kemudahan selama dihadapi dengan kesabaran..”

“Kebahagiaan itu adalah ketika kelak kita bertemu Allah dgn wajah berseri2 karena beratnya timbangan amal kebaikan kita dan mengetahui bahwa Allah telah mengampuni semua dosa2 kita. Dan seandainya kita tahu besarnya urusan pada saat itu, niscaya kita akan sedikit tertawa dan banyak menangis…”

“Manusia SUKSES adalah manusia yang TAHU tujuan hidupnya dan TAHU betul cara meraih tujuannya..”

“Subhanallah…. apalagi yang menghalangi manusia untuk bisa hidup bahagia selain mensyukuri apa yang telah dia miliki….”

“Salah satu kebahagiaan seorang suami adalah memiliki seorang istri yang pandai menjaga kehormatan diri dan keluarganya, pandai menutupi aibnya dan aib suaminya, pandai menjaga harta suaminya, tidak menghambur-hamburkannya dan pandai mensyukuri baik sedikit maupun banyaknya… Ya Allaah, jadikanlah aku termasuk di dalamnya.. Amiin..”

“Happiness is not about how much money you’ve gained in your pocket, but how much self-satisfaction you’ve gained in your heart..”

“Baik atau buruknya amal seseorang hanya Allah-lah yang menilai. Maka seseorang yang selalu merasa diawasi Allah akan tetap dalam ketaatan baik sendirian atau pun dalam keramaian…”

“Jagalah ketaatanmu kepada Allah, niscaya Allah akan menjagamu.. Dan siapakah yang memiliki penjagaan yang lebih baik daripada penjagaanNya? Sesungguhnya semua garisan nasib sudah dituliskan, dan Allah tidak akan pernah mendzalimi hak hamba-hambaNya. Maka khawatir-lah akan amalanmu, karena kelak dengannya Allah meminta …pertanggungjawaban… Lalu sudah berapa banyak bekal yang sudah kau bawa?”

“Siapa bilang mengamalkan sunnah itu mudah? Bagaikan menggenggam bara api ya ikhwah.. Amat disayangkan seseorang yg ketakutan mengamalkannya hanya karena takut dengan hujatan segelintir manusia tanpa hujjah. Betapa kerdil nyalinya…”

“Seandainya bisa memilih, maka aku ingin menjadi sebuah pohon yang ditebang lalu dimakan, karena aku tak sanggup berdiri kelak di Padang Mahsyar, diadili karena dosa-dosaku, ditimbangnya sedikit amalanku, dibuka aib-aibku sedangkan semua makhluk menyaksikanku. La haula wa la quwwata illa billaah.. Ya Allah, permudahlah urusan kami pada saat itu…”

“Orang yang SELALU meminta LEBIH pasti akan SELALU merasa KEKURANGAN..” (25 Nov 2009)

“Jangan pernah sekalipun menyerah kalah untuk sesuatu yang bisa kita menangkan.. Karena hidup terlalu mewah untuk dilalui sebagai seorang pecundang..” (24 Nov 2009)

“Kesuksesan itu bermula dari kebulatan tekad, ketekunan dan kerja keras.. Hadapi kegagalan dengan kesabaran dan tumbuhkan optimisme bahwa kelak hasilnya akan lebih baik, sisanya hanyalah masalah strategi bisnis..” (21 Nov 2009)

“Seorang muslimah harus tetap tegar meski badai cobaan terus menerjang, pantang menyerah kalah sebelum tiba pd titik akhir perjuangan. Mereka adalah orang2 yg percaya, dengan keistiqomahan dlm kebenaran, akan mendapat balasan, janji Allah yg benar akan indahnya SURGA..” (21 Nov 2009)

Andai setiap ibu tahu, kunci surga ada di genggaman suami dan anak-anaknya, niscaya ia akan mendedikasikan hidup dan matinya demi secuil senyum mereka dan meletakkannya sebagai salah satu prioritas utama tujuan hidupnya setelah mentauhidkan Allah ta’ala..” (13 Nov 2009)

Mencari kebahagiaan itu seperti mengais emas, bagaimana bisa kita mendapatkannya bila kita tak mau berkubang di lumpur dan bersabar untuk mendulangnya? Hari ini tak dapat, tentu esok akan mencoba lagi..” (16 Nov 2009)

Manusia sejati adalah seseorang yang mampu mengoptimalkan perannya dimanapun dia ditempatkan.” (03 Nov 2009)

Cita-cita seorang ibu ketika anak-anaknya dewasa adalah menjadi sahabat terbaik mereka.” (23 Okt 2009)

Kata kunci untuk membuat sebuah pekerjaan berat menjadi ringan adalah KEIKHLASAN.” (22 Okt 2009)

Nasehat untuk Ukhti Muslimah yang tertimpa musibah

Standard

Wahai Ukhti…

Berat nian beban hatimu. Gundah gulana dan gelisah menghias hari-harimu. Pertanyaan-pertanyaan yang sama selalu berkecamuk dalam sanubarimu, kapankah permasalahan ini menghilang dari kehidupanmu? Mengapa cobaan ini begitu berat dan menyiksamu, sedangkan engkau hampir-hampir tidak sanggup menghadapinya lagi. Air mata telah kering, lelah menunggu solusi. Bertanya kesana-kemari, mengharap bantuan saudarimu, sedangkan orang yang kau harapkan bantuannya pun tidak sanggup meringankan penderitaanmu.

Wahai Ukhti…

Kesedihanmu adalah kesedihan saudarimu. Tak mampu menghiburmu apalagi meringankan bebanmu, membuatnya tersiksa tak terperikan. Hanya sekelumit do’a dipanjatkan, agar Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemudahan jalan bagi setiap permasalahan yang kau hadapi.

Wahai Ukhti…
Ketahuilah, Allah Subhanahu wa ta’ala tidak akan membebani seorang hamba diluar kesanggupannya. Ketika Allah menurunkan cobaan kepadamu, percayalah bahwa hal itu adalah demi kebaikanmu, semata-mata agar kau selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Semua sudah tertulis di kitab Lauhul Mahfudz. Apa-apa yang Allah dekatkan padamu, maka meskipun engkau meminta tolong seluruh penduduk bumi untuk menjauhkannya, maka mereka tak akan sanggup melakukannya. Dan apa-apa yang Allah jauhkan, tak seorangpun sanggup mendekatkannya.

Wahai Ukhti…

Di saat-saat seperti ini, maka kunasehatkan kepadamu, jadikanlah sabar sebagai penghias hatimu agar Allah senantiasa mencintaimu.
“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Qs. Ali Imran:146)
Lapangkanlah dadamu. Dan berdo’alah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan kebaikan masa depanmu. Mudah-mudahan Allah memberikan ganjaran akan kesabaranmu.
“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. Yusuf: 90)

Wahai Ukhti…

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Penyayang dan jauh dari mendzalimi hamba-Nya. Apapun yang Allah putuskan untuk kehidupanmu, maka itu adalah yang terbaik untukmu sekiranya kamu bisa mengambil hikmahnya. Maka simaklah hikmah-hikmah di balik semua musibah yang menimpamu, semoga bisa memperingan beban hatimu.

Pertama
, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Hal ini sebagai teguran bagi kita semua, bahwa manusia adalah lemah dan hanya Allah Yang Maha Kuasa. Dia mampu menentukan senang dan susah bagi hamba-Nya, tidak ada seorang pun yang dapat mengelak.
Kedua, sebagai bahan intropeksi bagi manusia.
Ketiga, buruk menurut manusia belum tentu buruk di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Inilah hikmah yang agung yang sering kali tidak kita sadari, tidak semua musibah yang kita pandang buruk akan buruk pula di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah Maha Bijaksana, Dia-lah pencipta manusia, maka Dia pula yang lebih tahu kebaikan bagi para hamba-Nya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)
Keempat, Agar kita kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Tidaklah musibah yang menghampiri kecuali hal itu sebagai teguran agar kita kembali kepada Allah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah mengatakan, “Musibah yang engkau terima dari Allah adalah lebih baik bagimu daripada kenikmatan yang melalaikanmu dari mengingat Allah.” (Tashliyah Ahli Mashaa-ib, hal.226)

Kelima, Cobaan yang membawa kebaikan.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman;
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS.Al-Baqarah:155).
Keenam, meraih kemudahan setelah kesulitan.
Tidak ada kesulitan kecuali akan datang setelahnya kemudahan, dengan syarat kita bersabar dan yakin dengan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS.Al-Insyirah:5)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Ketahuilah sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran, dan kemudahan itu bersama kesulitan.” (HR.At-Tirmidzi (no.2516), Ahmad (I/293), Abu Ya’la (no.2556))

Wahai Ukhti…

Sekali lagi kunasehatkan kepadamu untuk istiqomah bersabar dan istiqomah dalam kebaikan. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menyertaimu.
“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.Al-Baqarah:153)

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS.Yusuf:86)

Maraji` : Keajaiban Sabar, Meraih Tingkat Kesabaran Tiada Batas. Abu Abdillah bin Luqman Al-Atsari. Media Tarbiyah cet. 1 dzul Hijjah 1428 H/ Desember 2007.