Category Archives: Desain Grafis

Zentangle Art di Sebuah Cangkir

Standard

Udah lama banget aku pengen bikin ini… nyoret-nyoret cangkir polos pake goresan tanganku. Rasanya gimana gitu, mengabadikan goresan tangan pada sebuah wadah yang tak lekang waktu. Bagi seorang ‘penghamba’ good memories kayak aku, hal ini akan menjadi saat-saat yang teramat berharga. Berharap kelak ketika anak-anakku sudah dewasa dan aku sudah tua bahkan ga ada, dan yang tersisa hanyalah hasil karya sederhanaku, mereka akan terus mengenangku. ihiks.

20151001_121728

Pernah liat foto seorang perempuan yang hobi banget bikin zentangle lagi nyoret-nyoret mobil suaminya. Katanya suaminya sangat mendukung hobinya dan mengizinkan mobilnya dicoret-coret his wifey, omoo its  so lovely <3. Tapi wajarlah, emang gambarnya suwer  cakep ‘n  rapi bingits, gila.

Ketegangan bikin zentangle ini selain motifnya yang memang susah dan bervariasi, rada sulit buat pemula kayak aku, zentangle juga perlu ketelitian dan kerapihan tingkat dewa, secara goresannya ga boleh salah, karena kalau salah meski udah diakali, tetep aja keliatan ada yang salah. Apalagi pake media permanen.. aarrggh..

20151001_121634

Cangkir ini aku pilih motif yang ga detil, karena permukaannya sedikit melengkung, butuh ekstra hati-hati utk adjustment jarak motif. Aku juga cuma pake gel-pen murce yang banyak di pasaran dengan ujung kaku ga bisa ngikutin bentuk cangkir. Kadang pas lagi asik2nya gores, eh malah ga ‘nyata’ pulpennya.. arrggghh, bagian ini nih yang bikin sutris >_< bikin ga bisa rapihhhh..

Untuk finishingnya, supaya goresan ga gampang ilang, apalagi pake gel-pen yang kesenggol dikit aja langsung raib kayak dompet yang kubawa di bus 213 15 tahun lalu :v .. setelah cangkir selesai dicoret-coret dengan tetap menghindari senggolan, aku semprot pake pylox bening.

Taraaa, jadinya begini nih..

20151001_121747

Zentangle Art 2

Standard

Yang aku posting di sini adalah hasil karya murid-murid SMP-ku. Well, untuk bikin zentangle memang SANGAT SANGAT butuh banyak waktu luang, perlu BANYAK konsentrasi, perlu segudang ketelitian. Alhamdulillaah, murid-muridku yang hampir semua suka anime ini punya keseriusan dalam membuatnya.

Berikut contoh hasil karya mereka yang masya Allaah bagus-bagus.

20150424_135019

20150424_135009

20150424_134933

20150424_134951

20150424_135003

i’m proud of you, kidz! ^^

Zentangle Art

Standard

Jaman aku dulu SMA, menghias nama itu ngetren banget, apalagi di kalangan ceweknya, rela bela-belain ga ke kantin karena saking seriusnya duduk di kelas bikin-bikin nama di atas kertas kalkir trus diselipin ke binder. Rasa-rasanya kalau udah punya binder penuh dengan hiasan nama kayaknya udah keliatan cool :D. Sampe rela hunting pulpen yang namanya pulpen rotr*ng 0.1 yang bisa diisi ulang, yang kalo tintanya mampet katanya bisa plong kalo ujung tintanya direndam air panas (padahal mah kagak >.<).

Dulu ga tau nama tekniknya apa, sekarang baru ‘engeh setelah banyak googling kalau itu namanya zentangle. Dan ternyata juga teknik gini juga banyak modelnya, ada yang namanya doodle, zentangle, vignette, dkk. Meskipun alat dan bahan yang digunakan sama, cuma milipen item dan selembar kertas, tapi motif-motifnya ini yang mungkin memiliki kekhasan sendiri jadi disebutnya berbeda nama.

Teknik ini salah satu yang aku ajarkan pada murid-muridku di SMP. Karena pada dasarnya teknik ini juga berawal pada teknik linear (garis), dan tentu saja karena tidak butuh banyak bahan untuk membuatnya.

Berikut aku kasih beberapa hasil karyaku yang acakadut :3 :

20150408_181522

 

20150525_220242

Nah, yang atas ini adalah flashdisk-ku yang aku hias pake zentangle. Awalnya ni flashdisk merchandise yang dibawa suamiku dari acara kantor, hadiah dari vendornya yang bagi-bagi flashdisk gratis berbentuk kartu, meski kapasitasnya cuma 2 Gb tapi aku suka karena gampang di bawa dan diselipin di dalam dompet. Covernya aku tiban pake kertas hvs, terus aku gambar pake Gel Pen, ga nyangka juga hasilnya lumayan ok.. 😀

20150525_220355

Nah, Insyaa Allaah next post aku akan posting hasil karya anak-anak muridku SMP. Keep Read! ^^

Menggambar dengan penggaris

Standard

Its been a long time since my late post. Hari ini hati tergerak ingin update blog, ngasih tips menggambar dengan penggaris. Ide ini terinspirasi dari anak muridku kelas 6 sd, yang ketika aku ngintip sketchbooknya, ada tulisan menarik yang dibikin dari krayon dan penggaris. Nah, hasil karya ini hasil share kami dari berbagai disiplin ilmu, jiyee 😀

Pertama, gambarlah kertas gambar dengan krayon warna warni, diusahakan jangan ada white spotnya, alias tulisannya dibikin rada tebal (bold).

20150510_203245

Setelah itu, gambar lagi diatasnya dengan krayon warna hitam sampai semua warna tertutup.

20150510_203616

Nah, setelah seluruh kertas gambar tertutup warna hitam perfectly, baru kita mulai menggoreskan hal-hal yang kita inginkan. Hasilnya keren banget karena akan timbul gradasi warna ^_^ yay! \m/

20150510_204651

20150510_204711

Membuat Kotak dan Lingkaran dengan GIMP

Standard

Kalo di postingan yang pertama aku bikin garis lurus, sekarang aku coba bikin border untuk kotak. Ini salah satu kesulitanku pada awal mengenal GIMP,  jadi aku pikir.. orang-orang yang baru pertama mengenal GIMP kayaknya perlu tahu tentang caranya. Ga perlu banyak basa-basi, mari kita coba tutorialnya ^^ :

 

Pertama, buka image baru (ukuran : optional). Klik Rectangle Select Tool pada Toolbox. Lalu drag sesuai ukuran yang anda sukai.

 

Setelah itu, klik -> Edit -> Stroke Selection :

 

Nah, kemudian akan muncul jendela “Stroke Selection” seperti berikut :

Untuk mudahnya, langsung Klik -> Stroke, kecuali mau bikin border custom dengan model2- lain ^^.

Hasilnya akan seperti ini :

 

Selain bentuk kotak, cara ini juga bisa diaplikasikan dalam bentuk lingkaran atau oval :

Membuat Garis Lurus (Straight Line) dengan GIMP

Standard

Dulu, pertama kali buka-buka GIMP,  sempet senewen cari tools untuk bikin garis lurus dan border kotak. Karena memang di GIMP ga ada tools itu. Udah klik sana-klik sini, Subhanallaah… gimana yah cara bikinnya *garuk-garuk kepala* ^^’.  Akhirnya mentok-mentoknya googling, hihi… Nemu juga sih yang bahasa inggris punya, makanya aku transfer aja kesini (bikin tutorial sendiri) supaya buat Indonesian kayak aku gampang fahamnya kalo kelak aku perlu lagi :D. Ya amfunn,  tutorial koq cuma cara bikin garis lurus, ga mantep banget yaks… abis gimana lagi, mau bikin tutorial tracing pake Inkscape belum sanggup.. :p

Nah, gini nih cara bikinnya :

Pertama, buka image baru ukuran… (terserah aja ukurannya berapa^^)

 

Ada 4 tools yang bisa digunakan untuk membuat garis lurus, yaitu : Pencil Tool, Paintbrush Tool, Airbrush Tool, Ink Tool. Nih, aku kasih penampakan tools2 yang bisa dipake (ditandai dengan warna orange) :

 

Buat 1 titik kecil dengan tools yang diinginkan (dari keempat tools di atas), lalu pencet tombol SHIFT pada keyboard, lalu drag cursor ke arah yang diinginkan. (Ingat, selama men-drag cursor, tombol SHIFT harus tetap ditekan)

 

Nah, tinggal klik mouse-mu… jadilah garis lurus yang diinginkan…

 

Selamat Mencoba.. ! ^^

Menyatukan 2 Image (Merging) dengan GIMP

Standard

Merging adalah menggabungkan 2 image agar menyatu namun tidak keliatan kaku. Ada 2 cara Merge : Instan dan Manual.. nah, untuk lebih jelasnya, aku akan kasih tutorial kedua cara tersebut menggunakan GIMP. Meski masih amatiran, semoga bermanfaat juga buat para amatiran (jadi tolong para profesional, harap minggir dulu), hehe…. Cekidot…

Pertama, pilih 2 image (kalo aku pilih gambar langit dan masjid -ambil dari google :p)

Cara Instan :

1. Buka image Masjid dan Langit sekaligus. Di Jendela gambar Masjid, buka layer baru, lalu copy-paste gambar Langit ke dalam layer tersebut.

2. Kemudian, klik Filters -> Combine -> Arrange as Panorama

3. Setelah itu akan muncul jendela Script-fu : Arrange as Panorama. Set overlap sesuka hatimu (kalo aku overlap : 40),  klik OK.

4. Nah, hasilnya akan jadi seperti ini :

Nah, cara yang Manualnya :

1. Buka image Masjid, lalu klik kanan pada jendela Layer, dan klik Add Layer Mask :

2. Setelah itu akan muncul jendela Add Layer Mask, pilih White (full opacity), klik Add :

3. Kemudian, Pilih ForeGround : Black dan BackGround : White, dan klik Gradient Tool :

4. Drag cursor di bagian mana saja pada gambar Masjid, sehingga akan menghasilkan gambar seperti ini :

5. Klik kanan pada jendela layer, lalu klik Merge Visible Layer :

6. Lalu akan muncul jendela Merge Layer, pilih Expanded as necessary -> Merge :

7. Setelah itu, buatlah layer baru, dan copy-paste gambar Langit ke dalam layer tersebut :

8. Hasil akhirnya akan seperti ini :