Trip ke Pantai Sawarna, Banten

Standard

Mungkin sudah banyak yang tahu pantai Sawarna, meski letaknya sedikit ‘nyempil’ dari peradaban, namun pengunjungnya selalu padat di akhir pekan. Termasuk salah satu pantai yang menghias selatan pulau Jawa dan masuk pemerintahan Banten, pantai ini kayaknya cukup banyak dikenal manusia. Perjalanan menuju ke pantai ini cuma 1.5 jam dari Pelabuhan Ratu, tapi 5 jam ke arah Serang. Kami pilih jalur ke Pelabuhan Ratu dulu lewat Sukabumi untuk ke sana, karena jarak tempuhnya lebih dekat, dibandingkan dengan jalur Jakarta – Serang.

Liburan kali ini kami memutuskan untuk melakukan trip ke Sawarna. Konvoi 6 kendaraan dari Cileungsi, kami berangkat dari jam 11 malam. Memilih malam hari untuk menghindari kemacetan dan padatnya lalu lalang kendaraan, dan memang jalanan terasa sepi banget. Para biker yang biasa touring menggunakan roda dua pun lebih memilih meminggirkan kendaraannya dan menikmati istirahat malam yang tenang di beberapa warung pinggir jalan. Jalanan terasa lebih senyap tanpa mereka. Wajar aja karena dilihat dari jalur yang kami lewati kayaknya bahaya banget kalo mata sopirnya ga on 75 watt secara kanan kiri lembah dan jurang, plus ga ada lampu penerangan, riskan buat pengendara yang nekat jalan. Kami pun sempat beberapa kali berhenti sejenak supaya sopir2 bisa memejamkan mata barang sedetik.

Alhamdulillaah sekitar waktu shubuh kami tiba di Pelabuhan Ratu dan melaksanakan sholat shubuh di masjid setempat. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sawarna. Sebelum tiba di tkp, karena kebetulan sudah masuk jam sarapan pagi, kami mampir di sebuah rest area yang pemandangannya masyaaAllaah keren banget, terlihat lautan yang dikelilingi gunung tinggi, dan suasana yang sejuk meski ga sedingin puncak pas. Menyambut matahari pagi ditemani obrolan teman-teman seperjalanan dan segelas teh manis hangat merupakan sebuah nikmat yang luar biasa. Sungguh Allah Ta’ala telah menciptakan dunia ini begitu indah untuk manusia.

20160206_063209

Sejam kemudian kami tiba di Pantai Sawarna. Karena sepertinya habis diguyur hujan, jalanan sedikit becek dan tidak nyaman. Dan kebetulan jembatan penghubung kampung juga sedang diperbaiki, jadilah kami harus menyeberang sungai menggunakan getek yang dioperasikan oleh warga sekitar.

20160206_081230

20160206_082420

Warga sini luar biasa ramahnya. Tak segan-segan berinteraksi dengan para wisatawan dan mengenalkan keindahan tempat parisiwisata daerahnya. Tampak dari raut-raut wajah mereka kegembiraan karena tempat mereka dijadikan obyek wisata dan banyak dikunjungi wisatawan. Sempat mengobrol dengan mereka dan berbagi kisah, mereka bersyukur dengan adanya pantai sawarna membuat pendapatan mereka bertambah dan persaudaraan mereka antar 2 kampung semakin erat. Apalagi banyak wisatawan yang homestay di sebagian rumah mereka.

20160206_133032

Obyek wisata di sini ada 7 destinasi. Bisa ditempuh seharian dengan menyewa ojek 100ribu per hari dan puas keliling sesuka hati. Yang paling terkenal adalah Pantai Sawarna, yang memiliki 2 buah karang tinggi sebagai ikonnya, pas banget dikunjungi sore hari bagi yang ingin melihat keindahan sunset. Kemudian air terjun Legon Pari yaitu air terjun yang terbentuk dari pemecah ombak alami, kata penduduk sini, cocoknya dikunjungi pagi hari setelah sholat subuh karena sunrisenya yang indah. Sebenarnya bukan air terjun seperti yang biasa kita temukan di gunung-gunung, tapi karena karang yang tinggi menyebabkan air hempasan ombak tinggi mengalir dari sela-sela karang membuatnya seperti air terjun.

20160206_140730

Kami homestay di sebuah rumah warga. Kebetulan di rumah ini kami diperbolehkan menggunakan semua fasilitas rumah khususnya yang ada di dapur. Akhirnya, kami pun masak😀. Dan yang menarik di sini adalah, harga sayur mayur dan bahan pokok relatif murah, ga jauh beda dengan harga di Bekasi. At least sepertinya penduduk sini terbiasa hidup dengan cara jujur. Good.

Yang menarik di Daerah ini, kami sering menemui suku Badui luar wara-wiri menawarkan dagangannya, berupa anyaman tas, madu hutan, gantungan kunci, hasil karya tangan mereka. Meskipun rada expensive untuk harga sebuah gantungan kunci 15rb dan tas anyaman kecil 30rb >_<.

20160207_100404

Yang membuat kurang nyaman adalah derungan motor yang tiap detik lewat jalur homestay. Bahkan motor dengan leluasa bolak balik sampai ke pinggir pantai, membuat para pedestrian harus rela tiap detik menepi berdesakan dengan semak belukar supaya mereka bisa lewat. At least, setidaknya kami berharap di sekitar Sawarna ada penitipan khusus motor sehingga motor tidak perlu masuk ke area wisata dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengunjung lain. Kalau bisa jangkauan motor pengunjung jangan sampai melebih sungai. Hectic banget dan beneran mengganggu. Dan penempatan homestay dan kios dagangan mudah-mudahan bisa terkoordinasi dengan baik dan rapi sehingga tidak terkesan acak-acakan. Dan pertahankan lahan pertanian di sekitar pantai Sawarna karena menjadi poin plus yang menambah keindahan alam Sawarna.

20160206_134429

20160206_134803

Kalo lagi bicara Sawarna, jadi pengen balik ke sana lagi…❤❤ I Love Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s