Category Archives: Kelas 5 SD

Cap Pelepah Pisang

Standard

Siapa yang tahu pelepah pisang? Yaps, batang pisang kecil yang jadi penopang daun. Biasanya pelepah ini digunakan anak-anak untuk bikin kuda-kudaan.

Nah, kali ini kita akan menggunakan pelepah pisang sebagai cap untuk membentuk gambar. Yang kita butuhkan adalah pewarna makanan, mangkuk dan pelepah pisang.

Potong pelepah pisang menggunakan cutter atau pisau tajam. Lalu tempelkan ujung pelepah yang berongga pada pewarna makanan, kemudian tempelkan pada kertas bekas untuk menghilangkan sebagian tinta yang tak perlu. Setelah cetakan rongga-rongga sudah mulai terlihat, baru kemudian diaplikasikan pada kertas gambar.

20151112_105544[1]

20151112_105329[1]

20151112_105021[1]

20151111_113748[1]

20151111_113643[1]

20151111_114528[1]

Advertisements

Diorama Makhluk Hidup dan Lingkungannya

Standard

Berikut proyek kelas 5 lagi, membuat diorama. Karena materi SBK kelas 5 banyak bersinggungan dengan lingkungan sekitar, kehidupan manusia, kehidupan binatang beserta habitatnya. Maka kali ini kita akan membuat diorama Manusia dan lingkungan.

Proyek ini sedikit rumit, maka siswa dibentuk per kelompok. 1 Kelompok terdiri dari 3 orang. Masing-masing kelompok diberi kebebasan memilih tema. Baik tentang kehidupan ikan, kehidupan manusia, dll.

Nah, ini contoh hasil karya mereka.

20151105_131807

20151105_131745

20151105_131722

Mengenal Tari Merak

Standard

Mungkin banyak anak sekarang belum tahu atau belum pernah melihat pertunjukan Tari Merak. Dulu awal saya mengenal tari ini pun waktu saya masih duduk di Sekolah Dasar, itu pun dari Acara Pagelaran Daerah di TVRI. Meski waktu itu TV kami masih hitam-putih, tapi keindahan busana dan keanggunan gerak penari mampu menyedot perhatian saya. Baru kemarin saya tahu ketika googling, bahwa Tari Merak berasal dari 2 daerah, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Meski desain busananya sama, namun musik pengiring dan gerakannya relatif beda. Tari Merak ini sepertinya sangat digandrungi di Manca Negara karena terbukti sering dijadikan ikon di kedubes Indonesia di Negara Asing.

Berikut, anak-anak kelas 5 akan membuat motif (patterning) Faceless Peacock Dance Outfits.

20151105_075623

20151105_075556

20151105_075640

20151105_075649

20151105_075701

20151105_075731

20151105_075757

20151105_075805

Topeng Papua – Faceless Tribal Mask

Standard

Pernah liat face-paintingnya masyarakat Papua? Warnanya cerah dengan goresan menarik. Nah, kali ini anak-anak kelas 5 akan membuat topeng dengan motif seperti Papua face-painting. Tapi kali ini kita akan membuat yang faceless untuk menghindari penggambaran wajah.

Cara membuat topengnya relatif mudah, hanya butuh balon, lem fox dan koran bekas. Pertama, tiup balon sebesar ukuran kepala manusia, simpul, sisihkan.

Di sebuah wadah campurkan 40 gr lem fox dengan 100 ml air, aduk rata.

Sobek-sobek koran kecil-kecil. Celup ke dalam campuran kecil.

Oles setengah bagian balon dengan lem fox, kemudian tempelkan koran yang sudah dicelup. Oles lem lagi. Tempelkan koran. Ulangi proses tersebut beberapa kali hingga lapisan koran cukup kokoh untuk dijadikan topeng. Jemur hingga kering.

Setelah kering, pecahkan balon. Rapikan pinggir-pinggir balon sesuai bentuk topeng.

Warnai Topeng menggunakan cat poster atau cat akrilik.

20150910_093623

20150910_093632

20150910_093658

Nah, berikut contoh topeng yang sudah jadi.. ^_^

20150910_093802

20150910_093754

20150910_093605

20150910_133355

Teknik Batik Cap Sederhana

Standard

Pekan ini,  mengenalkan teknik pembuatan batik cap sederhana di kelas 5 SD. Pada teknik batik cap asli, biasanya pengrajin akan menggunakan lempengan tembaga yang di desain sedemikian rupa. Kemudian lempengan itu akan dicelup ke dalam lilin malam, baru di ‘stempel’ ke atas kain. Setelah itu kain akan di warnai.

Namun kali ini anak-anak hanya dikenalkan dasar-dasarnya saja. Yaitu membuat teknik blok seperti motif batik cap dengan menggunakan piring styrofoam dan cat poster.

Pada jam pertama, anak-anak akan disuguhkan beberapa video tatacara pembuatan batik cap tradisional, baik itu batik jawa atau batik sumatera.

Kemudian mereka menyiapkan bahan-bahannya. Di antaranya :

  1. Buku gambar
  2. Krayon
  3. Cat Poster warna hitam atau gelap
  4. Gunting
  5.  Tempat makan styrofoam
  6. Pensil tumpul
  7. Kuas

Pertama, anak-anak mewarnai kertas gambar dengan warna-warna cerah sebagai background dengan media krayon, supaya kelihatan colorful.

Setelah itu, anak-anak diminta menggambar bentuk daun atau semisalnya pada styrofoam dengan menggunakan pensil tumpul, kemudian menggunting gambar daun tersebut.

20150826_110042

20150826_110102

20150826_110758

Setelah itu, gambar akan di gunting sesuai bentuk pola. Kemudian di poles dengan cat poster hitam.

20150826_110954

Kemudian tinggal di cetak deh di kertas gambar…

20150826_111346

Nah, di bawah ini sebagian hasil sebagian karya anak-anak akhwatnya. Anak ikhwan cuma prosesnya aja yang ketangkep kamera, hasilnya ga kefoto padahal hasilnya lumayan bagus. At least mereka tahu dasar pembuatan batik cap.

20150827_111542

20150827_111603

20150827_111640

20150827_111849

20150827_111902

20150827_172832

20150827_180751

20150827_180823

20150827_180900

20150827_181009k

One Point Perspective

Standard

Kali ini kelas 5 belajar one point perspective. Awal mulanya aku kasih contoh gambarku dengan tema dan latar belakang “Gunung Jaya Wijaya”, sebagai gunung satu-satunya di Indonesia yang memiliki salju. Di tengahnya aku kasih gambar pepohonan dan hutan, jembatan, sungai, perahu dan rumah khas Papua yaitu rumah Honai.

20150820_144616

Tapi anak-anak sepertinya senang membuat gambar sesuai imajinasinya sendiri.

20150820_133439

20150820_133607

20150820_144418

20150820_144435

20150820_144507

20150820_144524

20150820_144544

Batik Jumputan

Standard

Masuk materi tentang batik (lagi) di kelas 5 SD. Berbeda dengan kelas 6 yang sudah mulai praktek menggunakan canting, proyek ngebatik kelas 5 mungkin lebih fokus ke teknik pewarnaan batik. Oleh sebab itu, saya ambil Batik Jumputan sebagai materi kali ini. Cara pembuatannya mudah, anak-anak hanya perlu membawa kaos katun berwarna putih, kelereng dan karet gelang. Mereka diminta untuk mengikat kelereng di dalam kaos dengan menggunakan karet gelang. Point yang paling penting adalah kencangnya ikatan karet, karena bila tidak kencang pewarna akan mudah menyusup ke sela-sela kain yang terikat.

Nah, setelah kaos diikat karet, tahap selanjutnya adalah mewarnainya dengan pewarna pakaian..

20150819_101855

20150819_101901

20150819_101908

Setelah karet di buka dan kelereng dikeluarkan, maka hasil yang di dapat akan seperti ini :

20150819_101648

20150819_101709

20150819_101735

20150819_101754

20150819_101825