Category Archives: Paper Crafts

Membuat Mandala dari Tissu dan Spidol

Standard

Ini nyontek dari ibu gurunya anakku. Kata beliau, ini bikin motif batik. Tapi kalau aku bilangnya bikin mandala. Mandala di ambil dari bahasa sansekerta yang berarti lingkaran, dan melambangkan jagat raya, kata wiki. Terlepas dari makna agamis, motif-motif mandala sekarang ini banyak digunakan sebagai atribut seni karena motif-motifnya yang menarik dan indah.

Langkah pertama, ambil selembar tissue segi empat lalu lipat 2x. Kemudian langsung ditotol-totolkan spidol warna-warni sampai memenuhi tissu. Baru kemudian, dibuka lipatannya. Anak-anak senang banget bikin ginian .. emaknya juga :D.

20160118_215319

20160118_215301

20160118_215451

20160118_215613

Advertisements

Origami dari Flyer Partai

Image

#latepost

Sebenernya ini udah lama banget bikinnya, dari sejak jaman pemilu tahun kemaren. Tapi tiap kali ngeliat foto ini, aku rasanya seneng ‘n pengen posting gambarnya. Kayaknya sejak bikin ini aku jadi ikut ngefans kusudama.

Waktu jaman pemilu pilkada tahun lalu, banyak flyer partai yang beterbangan ke dalam tembok pagar. Anak-anak mungutin ‘n dionggok di depan pintu. Karena bahan kertasnya yang rada tebal, cocok banget dibikin model ginian. Love it. Love it. Love it.

Bagi yang pengen tau cara bikinnya, search aja video di youtube : Kusudama flower ball, insyaaAllaah banyak modelnya. Keep try ^^

10275936_10203478178225758_9057092341367871373_n

Spiky Ball

Standard

Ga tau ini bola di sebutnya apa, cuma waktu ditanya anak-anak mau bikin apa, aku jawab aja kita mau bikin spiky ball. Mungkin ini kategorinya masuk paper craft kali yah, yang pasti kayaknya bukan kusudama karena masih butuh pengguntingan dan pengeleman. Caranya gampang banget sebenernya, cukup bikin 20 lingkaran (bisa dicetak pake tutup lem fox) di kertas buffalo, di gunting, lalu dilipat membentuk segitiga sama sisi, kemudian sisi-sisi lipatannya di lem. Ini proyek kelas 4 SD, tapi kalau muridnya 30 lebih, mendingan waktu bikinnya di tambah karena kompleksitasnya termasuk tinggi. Dari 30 anak kemaren, cuma 10 anak yang sukses ngebentuknya, sisanya berantakan dan bentuknya rada abstrak :D. Tapi ga tau kalau yang ngajarnya professional mungkin prosentasinya banyakan >_<

20150814_083416

20150814_083425

20150814_083430

20150814_083435

20150814_083446

20150814_083510

20150814_083518

Membuat Kartu Ucapan Pop Up Sederhana

Standard

Bentar lagi insyaa Allaah Hari Raya Ied, meskipun tradisi surat menyurat hampir punah seiring majunya perkembangan teknologi, tapi tak ada salahnya kita mengajak putra putri kita untuk membuat kartu ucapan di sela-sela mereka menunggu waktu berbuka. Bahannya sederhana aja, cukup siapkan kertas bufalo, kertas origami, pensil, spidol warna warni, gunting, dan lem.

Tahap pertama,

Lipat 2 kertas bufalo, lalu gunting. 1 lembar kertas yang sudah kita gunting kita lipat 2 kembali.

20150623_073859

20150623_073919

Setelah itu ambil selembar kertas HVS, guntinglah seukuran kertas bufalo yag sudah terlipat. Sisakan jarak sekitar 0.5 cm sebagai border.

20150623_074129

Guntinglah sisi yang terlipat seperti contoh, tapi jangan sampai putus.20150623_074351Kemudian, lipat ke arah dalam sehingga akan terbentuk seperti ini :

20150623_074415

20150623_074441

Tahap selanjutnya, guntinglah kertas origami membentuk masjid, menara masjid dan pohon untuk sisi-sisinya.

20150623_074857

Kemudian, tempelkan pada kertas hvs.

20150623_075222Tahap terakhir, tempelkan kertas hvs yang sudah di tempel kertas origami pada bagian dalam kertas asturo.

20150623_075540

Jangan lupa tulis ucapan selamat Hari Raya Ied – nya ^_^. Happy Ied Mubarak! ❤ ❤

20150623_081619

Bermain Kokoru

Standard

ini Sebenernya udah lamaaa banget bikinnya, entah berapa tahun sebelum masehi.. hahha… cuma pas lagi ngeliat album lama di memory card, kayaknya mubadzir klo ga di posting di blog secara ni blog udah lama banget nganggurnya. Terkadang, melihat waktu anak-anak beraktivitas dulu, terasa menyenangkan banget… lama-lama mereka mulai tumbuh ‘n udah mulai meninggalkan kegiatan-kegiatan bersama seperti ini, cuma foto-foto aja yang tersisa… ihiks.

kokoru

Membuat Buku “Buah Berwarna Merah”

Standard

Sekali lagi (semoga ga bosen), aku bikin hardbook dari kotak makanan bekas. Kali ini aku mengkombinasinya dengan kertas origami. Buku ini berfungsi untuk mengenalkan anak-anak dengan buah dan warna buah-buahan, yang kebetulan pada edisi buku kali ini aku mengambil warna merah sebagai materi (jiyee, materii.. :p). Cukup dengan bantuan gunting dan lem, jadilah buku yang atraktif untuk anak anda.

Sebenarnya buku ini belum kelar bikinnya, masih ada beberapa lembar kosong di belakang yang belum di isi (tadinya mau nambahin buah cherry, leci atau buah naga) tapi udah kadung bosen :p dan males ngelanjutinnya. Cover depannya pun masih kosong melompong. Tapi nikmati aja hasil yang udah jadi, semoga menambah inspirasi ibu-ibu yang ingin membuat media belajar sendiri untuk anaknya dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Cekidot! ^^

 

 

 

Membuat Beads dari Brosur Bekas

Standard

Pernah datang ke Pameran? Yups, di Pameran biasanya banyak brosur-brosur produk yang dibagikan secara cuma-cuma oleh Peserta Pameran pada para Pengunjung.  Setiap selesai Pameran, sering kita lihat sampah-sampah brosur pun bertebaran di sekeliling gedung atau parkiran. Padahal tanpa kita sadari, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari Brosur-brosur tersebut selain informasi produk tentunya.

Nah, kebetulan Abu Aliyyah senang banget berkunjung ke Pameran, entah itu Pameran Komputer, Pameran Buku, Pameran OutDoors dan lain-lain. Beliau juga hobi banget ngumpul-ngumpulin dan bawa pulang Brosur dari Pameran-pameran tersebut. Setelah di lirik dan kadang di baca, maka brosur itu pun teronggok begitu aja.

Hari ini, aku bongkar gudang brosur beliau dan memutuskan untuk membuat perangkat ajar untuk anak-anakku, Perangkat ajar yang menarik belum tentu berharga mahal bukan? Well, daripada kita lama-lama ngobrol ngalor-ngidul, ayoo kita langsung cekidot.. ^^

Potong horizontal selembar kertas brosur dengan lebar 3 cm :

Potong silang selembar kertas Brosur kecil hingga menjadi 2 bagian yang sama, lalu gulung salah satunya di mulai dari bagian yang paling lebar, lalu lem ujung-ujungnya (seperti yang terlihat pada gambar), lakukan kembali pada potongan brosur yang lain.

Nah, buatlah gulungan-gulungan (aku nyebutnya Beads) dari sisa-sisa kertas yang lain :

Setelah jadi beberapa Beads, kita bisa meminta anak-anak (preschooler) untuk menggolong-golongkan warnanya pada beberapa wadah :

Atau bisa juga, meminta mereka menghitung Beads tersebut :

Atau bisa juga digunakan oleh anak-anak perempuan untuk di rangkai sebagai gelang atau kalung (Aliyyah ni tangannya masih item-item pake black henna :p) :