Ummu Aliyyah

Daur Ulang For Charity

Baiklah, hari ini kita akan membahas latar belakang judul thread ini. Kenapa bisa terbesit daur ulang untuk charity, yang kalo di IG (Instagram) biasa aku kasih hashtag #savetheearthlovethehuman .. Berawal dari hobi ibuku minum kopi, lalu aku minta ibuku mengumpulkan bungkus kopinya karena sayang melihatnya terbuang percuma. Tadinya aku berencana untuk bikin jas hujan, qadarullaah ga ada waktu sampai-sampai bungkus kopinya numpuk di pojokan. Akhirnya coba cari tutorial untuk ‘mengakali’ supaya bungkus kopi itu bisa bermanfaat, dan ternyata ada tutorial untuk bikin tas dari kertas bekas. Aku berinisiatif untuk menggantikan kertas itu dengan bungkus kopi. Well, jadi juga… meski untuk bikin 1 tas ini butuh 500 lembar bungkus kopi, dan butuh waktu 1 pekan untuk pengerjaannya >_<… Alhamdulillaah, ternyata ibuku senang dapet kiriman tas dari anaknya…

bungkuskopi4

 

Sejak itu, ibuku semakin rajin mengirim bungkus kopinya. Dan tetangga-tetangga yang melihat aku bikin tas dari bungkus kopi, mulai berinisiatif mengumpulkan bungkus2 kopi juga dan mengirimnya padaku. Karena banyaknya sumbangan, aku memutuskan tas yang dibuat dari hasil sumbangan teman-teman akan kami  jual dan hasil penjualannya akan didonasikan untuk korban bencana Alam dan Fakir miskin. Ayooo, siapa yang ingin ikutan menyumbangkan bungkus kopinya? contact me, ok? ^^

Kemudian, sharing dengan beberapa teman, lalu mereka bilang… bahwa tas yang aku bikin berbeda teknik pembuatannya dengan yang biasanya. Jadilah, mereka tunjukkan tas buatan orang, yang sepertinya lebih solid, berbeda dengan tas bikinanku yang lebih ringkih. Aku ngubek-ngubek lagi youtube untuk cari tutorialnya, ketemu beberapa tutorial, indonesia punya.. cuma ga maksimal karena prosesnya kurang detil. Alhamdulillaah, ada contoh tas real-nya yang bisa aku plagiat, dan hingga sekarang aku lebih pilih teknik ini. Ini beberapa hasilnya…

 

bungkuskopi

bungkuskopi3

bungkuskopi2

bungkuskopi1

 

Setelah aku posting beberapa kali di dunia maya, baik melalui Facebook, Twitter atau Instagram tentang Daur Ulang for Charity ini .. Alhamdulillaah, ada juga yang mengirim bungkus2 kopi, bungkus snack, bungkus minuman instant, dll … Terimakasih yang sebesar2nya untuk yang telah menyumbang kepada kami; Ibuku, Bu Mar,  mbak Sikta Malasari, mba Puji Umm Harits, Umm Razan beserta anak2nya, mba Sri Umm Alfi, mba Ayesh Umm Abdillaah, mba yang dagang es Bubble, dll… Jazakunallaahu khayran ^^

Crochet Addict?

Bwuahh! ibarat orang yang sesak nafas karena tenggelam di dalam air, kemudian tiba2 aja mendapat udara yang bisa dihirup sepuas2nya. Begitulah aku, saat ini. Kenapa? rahasia :-x ..

Setengah tahun lalu, ketika awal ngerajut mulai booming lagi.. sebenernya aku ga terlalu tertarik. Tapi sekian waktu berlalu sejak anakku yang gadis minta diajarin ngerajut, perlahan-lahan.. virus merajut yang katanya adiktif itu sepertinya mulai menjangkitiku. Apalagi setelah ketemu banyak tutorial-tutorial yang ada di youtube, i found so much fun at crocheting. Meski belum bisa baca pola, tapi tutorial2nya cukup membantu, apalagi aku pilih tutor yang cenderung mudah dan simpel. So far, tas model batok kelapa yang menurutku paling mudah.. ^^

rajutan1

rajutan2

rajutan4

rajutan3

 

Nah.. yang ini nih yang paling spesial, pake yarn kantong plastik kresek … dengan pola yang sama (soalnya baru bisa itu aja.. hehe..). Lets go green..

rajutankantongplastik

Bermain Kokoru

ini Sebenernya udah lamaaa banget bikinnya, entah berapa tahun sebelum masehi.. hahha… cuma pas lagi ngeliat album lama di memory card, kayaknya mubadzir klo ga di posting di blog secara ni blog udah lama banget nganggurnya. Terkadang, melihat waktu anak-anak beraktivitas dulu, terasa menyenangkan banget… lama-lama mereka mulai tumbuh ‘n udah mulai meninggalkan kegiatan-kegiatan bersama seperti ini, cuma foto-foto aja yang tersisa… ihiks.

kokoru

Merajut Bunga dari Kantong Plastik Bekas

Masih tetap bertahan level-nya di Beginner dalam bidang crocheting, baru bisa bikin bunga, bunga dan bunga lagi, hehhe. Pengennya naik level supaya bisa bikin tas, peci atau cardigan… tapi kayaknya harus memupuk kesabaran dulu.

Benang habis untuk crochet? Jangan sedih… pake aja kantong plastik kresek bekas yang numpuk di rumah… sebenernya pengen banget crochet tas dari plastik bekas… qadarullaah belum punya cukup waktu bikinnya.. insyaAllaah next time.

crocheted flower

Science Project : Menara Banjir

Bismillaah.

Udah lama juga yah ga update blog. Kangen. Belakangan memang lagi rada sibuk ‘n banyak urusan, selain itu laptop mati. Lengkap sudah alasan untuk ga nge-blog.

Bulan lalu, anakku yang paling besar mendapat amanah dari sekolahnya untuk ikut berpartisipasi (mencalonkan diri) jadi nominasi peserta Lomba Sains. Kebetulan konsep telah di rancang sekolah, tinggal kita-nya yang bereksplorasi. Kita ditugasi untuk membuat sebuah Prototype Menara Banjir dengan cara kerja bila air telah melewati batas (limit) yang ditentukan dan menyentuh kabel Sirene yang terbuka, maka sirene di atas Menara akan berbunyi sebagai tanda Siaga bagi warga sekitar, hal ini dikarenakan air sebagai Penghantar Arus Listrik mulai bekerja ketika menyentuh kabel.

Meski akhirnya tidak masuk nominasi, tapi pengalaman membuat Proyek Sains yang ‘rada besar’, mudah-mudahan menambah motivasi anak-anak untuk terus berkarya. Semangat! ^^

menarabanjir

Pola Dasar Gamis Anak

Ini permintaan temanku untuk posting pola gamis dasar anak, sebenarnya aku yang menawari untuk membuatkan : P. Berhubung jarang penjual busana muslimah yang menyediakan gamis rumahan untuk anak perempuan usia 10-16 tahun, maka rasanya perlu juga memposting pola-nya, karena barangkali ada para ibu yang ingin membuatkan sendiri gamis untuk puteri-puteri mereka. I made this sketch with GIMP 2.6.

polabajuanak

Ini untuk pola lengannya..

lengangamisanak

Yang ini hasil akhirnya…

gamiskaos

Love your Kiddos, then they’ll love you…

Kemarin, Anak sulungku mendapat tugas dari gurunya di sekolah untuk menulis profile orang yang paling dikaguminya. Ternyata, dia memilih untuk menulis tentang ibu. Sepulang sekolah, dia memperlihatkan hasil karyanya kepadaku, yang langsung terharu ketika membacanya :”(. Dan dia bilang, sebenarnya dia juga ingin menulis tentang Abi, tapi kata ibu guru, cukup 1 orang saja.  I promised her to post her letter in my blog… dan bukan hanya karena ingin mempostingnya, tapi karena memang masa-masa indah perlu didokumentasikan, supaya kelak ketika kenangan indah itu dibaca ulang, akan menimbulkan sugesti untuk berfikir positif, insyaAllah.

Ini dia isi suratnya :

 

My Mother is Creative

Ibuku sangat kreatif.

Ibuku hampir setiap hari merajut untuk membuat kunciran pesanan temannya.

Ibuku juga suka bercanda.

Setiap pagi-pagi, aku dibangunkan dengan cara digelitiki.

Tapi kalau aku tidak suka bercanda.

Kadang-kadang kalau aku digelitiki, aku teriak.

Umi-ku juga lihai dengan menyulam pita, ibuku juga rajin menjahit kain flanel, juga membuat percobaan sains.

Tapi ibuku tidak terasa capek dengan itu.

Padahal ibuku telah mengandung aku dan kedua adikku selama 1-9 bulan.

Juga sudah membesarkanku hingga sekarang.

Aku sangat menyayanginya.  —–> I love this part the most :”(

Ibuku juga termasuk orang yang berjasa bagiku.

Ibuku juga pandai memasak, ibuku juga menjual buku resep.

Ibuku suka memasak nasi goreng, Mie jawa, bubur ayam dan bubur sumsum…

 

ceritaaliyyah

 

Kalau yang ini, kartu yang dibuat anak keduaku… manisss banget… <3

 

ahmad

 

Menjenguk Penyu di Ujung Genteng

Yaps, finally… setelah menunggu ikat rambut rajutan pesanan teman kelar, diberi juga kesempatan oleh Allah untuk sharing hasil jalan-jalan kami pekan lalu, ke Ujung genteng, Sukabumi, yang emang asli ujuuungg banget ><. Plis deh, padahal tiap rumah ada ujung gentengnya yah, ngapain juga mesti jauh-jauh ke Sukabumi segala.. haha…

Bersama keluarga bapak H dan ibu R serta keempat anak mereka (bisa dibayangkan ‘kan suasananya melakukan perjalanan dengan 7 krucil.. hehe) perjalanan panjang pun di mulai,  Ujung Genteng memang masih puluhan kilometer lagi dari Pelabuhan Ratu (sekitar 3-4 jam perjalanan), jadi wajar aja kalau disebut perjalanan panjang.

Sebelum memulai perjalanan, kami sudah packing kebutuhan-kebutuhan kami di sana, karena rencananya memang akan menginap. Tadinya mau buka tenda, tapi al hamdulillaah, ternyata di sana banyak juga penginapan yang disewakan, jadi ga perlu repot2- bawa tenda, cukup bawa duit aja yang banyak, hehe…

Setibanya di sana, tepatnya di Cibuaya, kita akan disambut perkampungan nelayan yang tidak terlalu besar. Ombaknya lembut, karena meskipun terletak di sisi samudera, sepanjang pantainya memiliki karang sebagai pemecah ombak alami. Kebetulan ketika kami tiba di sana, arus laut sedang surut, jadi mudah melihat karang-karang yang berderet di sepanjang pantai. Ini penampakan pesisir pantainya, aslinya lebih indah lho…

ujunggenteng2

Anak-anak pun langsung berlari ke pantai dan berenang, sambil mencari binatang kecil (kepiting, ikan, dll), senang banget sepertinya… *padahal tadinya pas di jalan pengennya cari harta karun, haha..*. This is their treasure!

Ujunggenteng1

Ujung genteng selain terkenal dengan pantainya yang indah, juga terkenal dengan penangkaran penyu-nya. Setiap jam 5-6 sore ada pelepasan tukik (anak penyu) ke lautan, itu kalau ada telur yang menetas yaah… kenapa di pilih sore hari dan bukan pagi hari, ternyata ada alasan pentingnya, karena saat sore hari, predator yang biasa memangsa tukik-tukik sudah kembali ke samudera, dan hal ini memperkecil resiko kematian tukik (kenapa ga nunggu di jemput emaknya yah, kasian masih bayi udah harus berenang ke samudera : D). Dan qadarullaah, karena anak-anak begitu sibuk bermain di pantai, kami pun tak sempat menghadiri acara pelepasan tukik yang jaraknya sekitar 1 km dari pantai Cibuaya. Padahal saat itu, kami sudah berjalan kaki menyusuri sepanjang pantai menuju lokasi pelepasan tukik.

Sebenarnya lokasi penangkaran dan pelepasan tukik bisa dicapai dengan kendaraan baik mobil atau motor, tapi karena anak-anak sudah kadung basah karena berenang, maka kami memutuskan untuk memilih berjalan kaki. Ini dia penampakan lokasi pantai penangkaran dan pelepasan tukik.

ujunggenteng3

Meski hanya berjarak 1 km, karakter pasir di lokasi penangkaran dan pantai Cibuaya sangat berbeda. Tempat peneluran penyu, memiliki pasir yang sangat halus dan lembut, berbeda dengan pantai Cibuaya yang penuh koral dan karang-karang.

Setelah gagal menyaksikan atraksi penyu yang kembali ke habitatnya, kami pun berjalan gontai menuju ke Cibuaya *halah* : P… It is so spooky here, gelap dan sunyi, hanya deburan ombak yang terdengar, sedangkan sisi satunya rawa-rawa gelap tak berujung. Beberapa kendaraan melewati kami yang berjalan kaki, kami hanya memandang sedih dengan tampang yang wajib dikasihani.. haha.. siapa suruh jalan kaki.. ><. Beberapa orang baik hati menawarkan tumpangan, tapi suami bergeming dengan alasan “Sudah dekat” dan “Kami menginap di sini” tanpa memperdulikan suara hati istrinya yang menjerit … “hayooo kita numpanggg..”. Dasar laki-laki, tak pernah sensitif dengan perasaan wanita.. haha…. this is point of view jalan spooky-nya, ini terang karena kesorot blitz yaah : P

ujunggenteng4

Alhamdulillaah, akhirnya sampai juga ke penginapan… fpiuuhh lega rasanya : D. Ayoo kita hunting nasi gorenggg….! hehe…

Karena gagal melihat tukik, kami memutuskan untuk bangun tengah malam supaya bisa melihat penyu bertelur di pantai yang tadi, karena kan penyu memang bertelur ketika malam hari. Can’t hardly wait for that moment… eh, ternyata, semua kebablasan sampe subuh (emang dasar pelor semua nih kayaknya, nempel bantal langsung molor, haha), makanya next time, niat bangun tengah malam tuh buat sholat malam, bukan liat penyu.. setidaknya kalo niatnya sholat masih dibangunin sama malaikat ><. Ya sudah, mau gimana lagi… Akhirnya pagi itu  kami berangkat ke lokasi penangkaran. Dengan jalan yang ajlut-ajlutan, kayaknya pernah dilewatin t-rex nih jalan, asli bolong-bolongnya persis kayak jejak t-rex di film the lost world : D. Atau dulunya mbah buyutnya  penyu yang berusia 2ribu tahun pernah lewat dan numpang bertelur di sini? yang diameternya sampe 5 meter? *abaikan* haha….

ujunggenteng5

Well, ternyata anak-anak juga terobati rasa kecewa-nya dengan melihat dan memegang tukik yang baru menetas… lucuuuu…. =3

ujunggenteng8

Ok, this is me who hold the tukik… halowww.. this is meee!! hehe….

ujunggenteng7

Owwh.. it is so cute and lovely… kantongin ah satu, hihi… just kidding! mana tegaaaa : D

Yups, lanjutkan ke lokasi penetasan penyu-nya… lay in here, 100-160 eggs of tortoise in one hole… menetas sekitar 2 bulan ke depan atau lebih cepat bila musim panas…

ujunggenteng9

Populasi penyu sudah mulai berkurang dan langka, ayo kita selamatkan penyu-penyu dan lestarikan habitat mereka.

ujunggenteng10

Setelah puas melihat lokasi penangkaran penyu, kami pun kembali ke penginapan. Qadarullaah cuaca hujan dan air laut mulai pasang… tapi anak-anak tetap senang berenang … Alhamdulillaah dapat hadiah pelangi.. love it, MasyaAllah… ^^

test

Eh, ada sedikit rahasia dibalik foto terakhir ini…. mau tau rahasianya? just scroll down… ; )

test2

Ternyata hasil editannnn… whoaaaa…. : D gpp, cuma nyuruh supaya orang-orang di fotonya pindah ke pantai sebelah kiri, haha … ups, lupa belum di watermark… ><

Belajar Crocheting

Rasa-rasanya belakangan ini lagi booming banget yah crocheting (merajut), sampai anakku akhirnya minta ikut belajar crocheting  juga, padahal emaknya ga bisa ><. Akhirnya berbekal buku panduan dan video dari Youtube, jadi juga kita belajar bareng :). Alhamdulillaah, selesai juga beberapa bunga dan ikat rambut. Meski ga terlalu rapi, tapi setidaknya udah ‘nyicip’ yang namanya rajutan… hhee :D

Cekidot hasil eksperimen crocheting kami :)

 

Ikatrambutrajut

 

rajutan

Yuuk, Intip ‘N Like Page ini… ^^

Hobi berkreasi atau masak-memasak…? di page ini tersedia buku-buku Resep Masakan dan Kreativitas menarik dengan harga terjangkau lho.. Semua buku diskon 10% … apalagi koleksi lamanya, banting harga murah meriah!! Yuk, diklik linknya ^^ :

http://www.facebook.com/UmmuAliyyahBookstore

 

promo

 

 

Ini Beberapa Koleksi bukunya :D :

 

MSK002

 

 

KRS005

 

 

KRS004

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 42 other followers