Ibu Rumah Tangga VS Ibu Bekerja

Standard

Dahulu ketika anak-anak masih kecil, pernah ngobrol dengan seorang teman, tentang beratnya tugas ibu rumah tangga (full time mom). Kami berbicara tentang betapa berat mengurus rumah, menjaga bayi dan balita, mengurus suami, memasak, bersih-bersih, dll. Bahkan mengurus diri sendiri pun terkadang tidak ada waktu. Kadangkala di tengah malam gulita ketika orang lain sedang nyenyak beristirahat, seorang ibu sedang sibuk bermain dengan tumpukan baju yang harus disetrika. Pagi subuh sudah harus menyiapkan sarapan. Dan rutinitas itu terus dilakukan ketika anak-anak semua dalam kondisi sehat. Ketika mereka sakit, maka tugas itu terasa lebih berat lagi.
Kami sempat bergumam, tak mengherankan bila banyak ibu yang lebih memilih untuk bekerja di luar rumah dibanding mengurus urusan tetek bengek rumah tangga karena memang bukan perkara yang mudah.

Namun, tak adil rasanya bila kami mengecilkan peran ibu bekerja dalam urusan rumah tangga. Karena setiap ibu memiliki peran tersendiri dalam mengurus anak-anak mereka.
Menyaksikan seorang ibu muda pekerja, tetangga samping rumah, memiliki seorang anak usia 1 tahun yang setiap hari harus dititipkan pada daycare dekat tempatnya bekerja, sedangkan dirinya pun sedang hamil tua, bolak balik Bekasi-Jakarta, siapa yang sanggup membayangkannya?
Dia yang setiap pagi harus menyiapkan semua kebutuhan anaknya selama di penitipan sambil membuat sarapan untuk suami. Dia yang setiap pagi harus menyiapkan dokumen-dokumen kantornya. Dia yang sepanjang siang berkutat dengan tugasnya, hanya ketika jam istirahat bisa melihat senyum anaknya.. manakah yang lebih berat?
Di malam hari, sambil menahan lelah, dia masih berupaya mengurus keperluan suami dan anak-anak. Begitulah rutinitasnya ketika anak-anak dalam kondisi sehat, bagaimana lagi ketika anak sakit?

Menjadi ibu bekerja bukan berarti tidak ada tantangannya. Ketika ibu rumah tangga sedang mengatur emosinya karena rumah tak pernah bersih, mainan tak pernah rapi, anak selalu rewel, maka ibu bekerja pun sedang mengatur emosinya karena tak bisa menemani anak-anak bermain, tak bisa ikut berbahagia melihat mereka tertawa, tak bisa menghibur mereka ketika menangis, dan terkadang tak bisa merawat mereka ketika sakit.
Pun di saat ibu rumah tangga mengalami depresi karena tak punya me time, maka di saat itu ibu bekerja juga mengalami depresi karena tak punya quality time.
Dimana pun posisi kita sebagai seorang ibu, semua merupakan perjuangan yang tak mudah. Ada beberapa kondisi yang harus kita maklumi dan setiap perempuan yang bekerja pasti memiliki alasan atas apa yang telah mereka pilih. Itulah sebabnya seorang ibu memiliki keutamaan 3x dibanding seorang bapak, dan hak seorang istri yang wajib dinafkahi suami sehingga mereka tak perlu bekerja di luar rumahnya karena Islam memahami fitrah wanita yang lemah dan memahami seberapa jauh kesanggupan seorang perempuan dalam mengemban beban hidup. Dan sebagai sesama ibu, janganlah mengecilkan peran ibu lain apakah itu ibu bekerja atau pun ibu rumah tangga biasa. Dan tentu saja, sebuah rumah tangga sangat membutuhkan seorang suami yang selalu siap memenuhi semua kebutuhan hidup istri dan anak-anak hingga sang istri tak perlu ikut memeras keringat dua kali lipat antara mengurus keluarga dan pekerjaan kantor.
Sedangkan seorang wanita yang memilih bekerja karena idealisme, maka jangan sungkan untuk memilih peran ibu rumah tangga sebagai idealisme-mu kini, dan jadikan keluarga sebagai prioritas utamamu. Apalagi hanya karena ingin memenuhi gaya hidup, maka berada di rumahmu, mengurus anak-anakmu, merasa cukup dengan pemberian suamimu tentu akan jauh lebih baik untukmu. Barangkali dengan berkurang 1 posisi di sebuah kantor karena engkau memilih untuk tidak bekerja, akan di isi oleh seorang ayah yang hari ini sedang menganggur karena sulit mendapatkan pekerjaan untuk biaya hidup keluarganya.

‪#‎nooffense‬

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s