Learning Alphabet for Toddler

Standard

Ramadhan Crafts issues really inspired me :p. Especially from my best friend’s blog  Ummu Abbas. Kebetulan ada beberapa stok kardus dan lunch box bekas, pengen di bikin apaa gitu untuk meramaikan kegiatan anak-anak selama bulan puasa. Tentunya sesuatu yang bermanfaat tapi ga mahal >_<

Alhamdulillah, terpikir juga untuk membuat sarana anak-ku Ibrohim, 3yo, belajar mengenal huruf.  Pertama-tama kita siapkan bahan-bahannya dulu :

1 Buah kardus bekas Air Mineral gelas dan beberapa lunch box bekas
3 buah kertas Asturo warna biru, merah dan orange (sebenarnya memang stoknya cuma ada  warna itu di rumah ^^)
Cutter, lem fox, gunting, penggaris, spidol
1 lembar Plastik mika
Kertas kado sisa (soalnya butuhnya cuma sedikit)

Caranya :

Siapkan Bahan dulu :

Potong Kardus selebar sisi samping Kardus, lalu gambar Masjid sederhana di atasnya dengan spidol hitam :

Kardusnya rada kotor, soalnya udah di mainin anak-anak >_<. La ba’sa, nanti kita tutup dengan kertas asturo supaya keliatan lebih cantik  ^_*.

Setelah itu, potong kertas asturo dan kertas kado lalu tempelkan pada kardus sesuai dengan gambar :

Potong sedikit bagian kardus sisa sepanjang 5 cm dan lebar 0.5 cm, lalu tempel seperti terlihat pada gambar. Untuk bagian yang panjangnya, ukuran bisa disesuaikan :

Untuk mempermanis, bisa ditempel plastik mika dan di tutup dengan kertas asturo kembali :

Wah, udah cantik kan…? :p Trus, fungsinya buat apa yah? Lalu, buat apa lunch boxnya? Baiklah, kita maju ke step berikutnya, gunting lunch box bekas menjadi potongan kecil, lalu beri huruf atau angka dengan spidol (pake hasil print out juga boleh, supaya lebih keren ^^):

Nah, langsung bisa diaplikasikan! Berikut aplikasinya… dan materi bisa disesuaikan kebutuhan, insya Allah… ^^

Selamat mencoba, dan be fun with Ramadhan… ! ^^

 

8 responses »

  1. Muslimah saling memberikan inspirasi… memberikan inspirasi kpd sesama, memberi inspirasi pada dunia. Menginspirasi dan berdakwah lewat kata, dengan apa yang kita bisa… ^^

    Dulu untuk perkara mudah saja, spt belajar membaca, kita merasa perlu melirik sumber2 yg kurang bisa dipertanggung jawabkan. Sekarang sudah banyak muslimah didunia yang memilih untuk share kepada sesamanya… jd terus aja menulis…. walau mungkin itu sederhana, mungkin bagi orang lain adalah cerita yang istimewa ;D

  2. Pingback: Gema Ramadhan « Tarbiyatul Abna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s