[Edisi Liburan Sekolah] Membuat Roti Maryam…

Standard

Sebenarnya bagi keluarga kami, liburan sekolah identik dengan pulang kampung… pasalnya, tiap libur biasanya kami akan bergegas ke kampung ibu di Ciledug. Tapi berhubung liburan kali ini ibu sedang menghabiskan waktunya di Bali bersama teman-temannya (beuh, begini nih resiko punya nenek yang gaul, jalan-jalannya ke Bali bo! ~_~). Ya sud, kami pun menghabiskan waktu libur kali ini di RUMAH SAJAH… Asiikkk…. (baca : dibawa asik ajah ^^’).

Okeh, setiap kegiatan mengalir begitu ajah (seems that the word “ajah” become a favourite one in this post :p) …  sesuai dengan karakteristik si Umi yang sangat spontanitas dan tak suka sesuatu yang terjadwal, maka tak ada pencatatan, tapi yang penting ada pendokumentasian… sip sip… ^^

First Day, kita bikin roti Maryam (1st Trial and Error) as a request from my sweetie hunny bunny hubby a.k.a si Abi *bisa kege’eran dah nih baca sebutan nama kesayangan sampe sepanjang jalan pantura, xixixi….. cuman karena ngerasain roti maryam yang dibeli Mertua di Supermarket begitu mantappnya, beliau meminta supaya si umi belajar membuatnya… Udah pernah liat bentuknya belom? Well, cekidot :

Roti Maryam

 

Nah, cara masaknya, roti yang udah jadi, tinggal dipanasin aja di wajan datar anti lengket… rasanya kress… kress… garing gitu deh, enak dimakan bareng kari kambing atau cukup pake Madu.

Waktu itu dikirimin juga roti tortilla. Itu tuh… roti yang biasa dipake buat kebab. Bentuknya kayak gini nih :

Tortilla

Berhubung untuk bikin tortilla-nya mesti punya pabrik dulu, dikarena pun perlu ada cetakannya… maka yang kita coba bikin cuma roti maryamnya aja. Kebetulan ketemu sebuah resep di sebuah booklet Tabloid :

RESEP ROTI MARYAM

Bahan :

Tepung Terigu Protein Tinggi 500 gr
Air 200 ml
Telur Ayam  butir
Garam secukupnya
Mentega/ Margarin 125 gr

Cara membuat :

1. Kocok telur, masukkan terigu. Tuang air sedikit demi sedikit. Uleni adonan hingga kalis. Tipiskan adonan, oles bagian atasnya dengan mentega. Gulung dan padatkan.

2. Potong adonan sepanjang 6 cm, simpan dalam lemari es ira-kira 15 menit. Keluarkan dari lemari es.

3. Pipihkan adonan dengan ketebalan menurut selera.

4. Panggang roti di atas wajan anti lengket atau oven di atas loyang bersemir mentega hingga matang. Angkat.

5. Sajikan hangat.

Tapi, kalo hasil yang kami buat sih… ga semantapp yang beli gituh… hehehe… *kaburr ah….. sambil wondering, si bapak dan ibu beli rotinya di supermarket mana yaks….^^’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s