Trip ke Pulau Tidung

Standard

Liburan sekolah kemarin, Abi mengajak kami jalan-jalan ke pulau Tidung, lebih tepatnya menemani beliau mancing sih ^^, selama 2 hari 1 malam.

Pulau Tidung adalah salah satu pulau eksotis di Kepulauan Seribu. Pulau ini bisa di tempuh selama 3 jam perjalanan dari Teluk Jakarta (Muara Angke atau Pantai Marina Ancol). Sebelum berangkat ke TKP, kami sudah di bekali foto-foto yang menggambarkan betapa indahnya pulau tersebut. Aih, tidak sabar rasanya menunggu hari H. Terbayang akan keindahan pantainya, karang-karangnya, sunset dan sunrisenya…. kayaknya mantep banget deh…

Point of View Pulau Tidung

Pas hari H, anak-anak semangat sekali bangun tidur, jam 4 pagi mereka sudah bangun, mandi, sarapan, dan mempersiapkan bekal yang akan di bawa. Lalu kami pun berangkat ke pelabuhan.

Ada 2 cara untuk menuju Pulau Tidung. Pertama, dari Pantai Marina Ancol dengan kapal KM. Kerapu (sejenis Boat berkapasitas 25 orang), dengan harga tiket sekitar 30-40 ribuan per orang. Berangkat dari jam 6 pagi dan mengantri dari subuh *itu pun kalo dapet seat ^^.

Boat ke Pulau Tidung

Kedua, dari Muara Angke dengan kapal nelayan biasa berkapasitas 100-150 orang, dengan harga tiket 30-40 ribuan juga. Berangkat dari jam 6.00 – 6.30 pagi. *siap-siap pake masker yang tebal atau pasang air freshener di hidung ^^, secara Muara Angke adalah transit para nelayan menurunkan ikan-ikan hasil tangkapannya. (mantep deh baunya, haha..).

Aktivitas Nelayan Muara Angke

Atau bisa juga pilih kapal kedua dari Muara Angke yang berangkat sekitar jam 9.00-10.00 pagi, tapi lebih baik jangan deh kalo engga terpaksa banget, soalnya kelak tiba di Pulaunya sekitar jam 1.00 siang.. *jadi ga puas menikmati pulaunya kan .. ^^. Kadang-kadang, bila penumpangnya cuma sedikit, kapalnya malah ga jadi berangkat.. nah lho? ^^

Kapal Reguler ke Pulau Tidung

Setibanya di Pulau Tidung, kita akan segera di sambut birunya lautan, pasir pantainya yang putih dan permukaan laut yang transparan, intinya kita bisa melihat karang-karang dan ikan-ikan yang berseliweran. Wuihh…

Pemandangan Dalam Laut

Pulau Tidung terdiri atas 2 pulau, Tidung Besar dan Tidung Kecil, yang dihubungkan dengan sebuah jembatan yang indah (bila sedikit terawat) sepanjang 2 km. Di jembatan ini ada jembatan lagi setinggi 12 meter *untuk kapal-kapal kecil lewat* yang bisa digunakan untuk latihan loncat indah bagi orang-orang yang berenang di pantainya. Ada juga beberapa pendopo untuk pengunjung, tapi sayang sudah ambruk.

Jembatan Penghubung Tidung Besar dan Tidung Kecil

Tidung besar di huni oleh penduduk setempat, dan terdapat sebuah sekolah SMK Negeri. Penduduknya terkenal agamis dan sopan-sopan. Karenanya wisatawan tidak boleh sembarangan memakai baju renang. Perumahan Penduduk sedikit padat dan rapat, dan jalan-jalan gangnya hanya bisa di lalui oleh sepeda motor, becak dan sepeda (no cars apalagi truk ^^). Untuk mengelilingi pulau, kita bisa sewa sepeda, atau kalau tidak bisa bersepeda, kita bisa minta tukang becak mengantar.

Tidung Besar

Pulau ini termasuk pulau yang subur dan sangat cocok untuk ditanami pohon jambu air dan sukun. Setiap rumah pasti memiliki pohon jambu berbagai jenis yang berbuah lebat (saking lebatnya sampai-sampai buahnya tidak ada yang memetik). Mungkin ini juga salah satu hal yang menarik di pulau tidung *bagi saya tentunya, maklum tukang makan.. wkwkwk…

Pohon Jambu

Pohon Sukun

Sedangkan Tidung Kecil dimanfaatkan untuk lahan pertanian, tidak ada perumahan, hanya tersedia jalan setapak dan kawasan hutan.

Tidung Kecil

Salah satu keunikan pulau Tidung adalah indahnya karang-karang dan ikan-ikannya. Oleh sebab itu banyak tersedia fasilitas snorkling di sini, kebetulan saya tidak ikut snorkling *padahal pengen banget ^^. Tapi dari atas jembatan pun kita sudah bisa melihat ikan-ikan kecil dan karang-karang bertaburan… (seperti punya akuarium raksasa!)

Point of View Pulau Tidung

Di Pulau ini, bila ada yang hobi mancing, tersedia penyewaan perahu oleh penduduk setempat.  So dont worry… all you need is bringing much much money.. haha… Ni hasil pancingan Abi… cuma dapet 1 cumi bo! Lagi ga musim ikan katanya *ngeles aja deh ^^

Cumi Pancingan Abi

O iya, keberangkatan perahu menuju Teluk Jakarta hanya tersedia sekali dalam sehari, setelah itu tak ada perahu yang akan singgah ke pulau ini (kecuali travel agen anda yang punya koneksi yang bisa manggil kapal dari pulau pramuka untuk transit dulu ke pulau Tidung) . Oleh sebab itu, di pulau ini banyak sekali Home-Stay untuk para pengunjung di rumah-rumah penduduk.

Ok, Stop dulu ceritanya…. pulau tidung merupakan obyek wisata yang cukup berpotensi, tapi sayang sungguh sayang… beberapa tempat masih banyak yang kurang terawat dan koordinasi pembuangan sampah domestik yang belum terpadu…

Kebersihan Kurang Terjaga

Selamat menyusul menikmati Pulau Tidung dan semoga pulau Tidung terus membenahi diri agar lebih menarik wisatawan ^^

9 responses »

    • Di sana sistemnya home-stay, jadi menginap di rumah-rumah warga (yang sengaja dikosongkan untuk wisatawan menginap). Harga variatif, dan bisa include makan (soalnya jarang rumah makan).

  1. Pingback: Trip Ke Pulau Pramuka | Ummu Aliyyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s