Begini nih kalo bikin Masjid dananya kurang… ^_^

Standard

Weekend ini proyek craft kami adalah “Membangun Masjid Mini dari Kotak Makanan Bekas”. Berhubung Abi sering bawa kardus-kardus eks konsumsi dari kantornya, mubazir kan kalo engga dimanfaatkan secara maksimal. Itung-itung mengurangi sampah rumah tangga dan lumayan untuk mengajarkan anak mendaur ulang sampah dengan cara yang menyenangkan.

Membuat Masjid mini ini melalui 3 tahapan (Lihat gambar di atas).

Tahap pertama :

Bahan yang diperlukan :
2 Buah kotak makanan bekas yang masih bersih…
1 selotip kertas
1 gunting
Koran bekas secukupnya
Untuk hasil yang lebih detil dan rapi, bisa memakai penggaris dan pensil *kalau saya sih, asal tebak ukuran aja..

Caranya :
1. Potong tutup kotak makanan menjadi bujur sangkar 20 cm x 20 cm untuk alas.
2. Buat kotak Ukuran 13 cm x 13 cm x 5 cm (dengan bagian bawah terbuka) dari kardus makanan tersebut. Rekatkan sisi-sisinya dengan selotip kertas.
3. Buat satu kotak lagi ukuran 10 cm x 10 cm x 5 cm, dari kardus yang kedua.
4. Tumpuk alas dan kedua kotak tersebut menggunakan selotip kertas.
5. Untuk menara : Potong 4 buah persegi panjang dengan ukuran 10 cm x 7 cm, buatlah tabung dengan diameter 3 cm.
6. Tempelkan keempat tabung di sisi pinggir kotak yang pertama dibuat.
7. Ambil selembar koran tabloid, potong menjadi 2, lalu remas hingga membentuk bulatan. Buatlah 4 bulatan, lalu masukkan ke dalam lubang tabung.
8. Begitu pula untuk kubah utama masjid, bentuk bulatan yang lebih besar dari koran lalu tempelkan di atas kotak dengan selotip kertas.
9. Untuk ujungnya, potong sisi kardus makanan ukuran 1.5 cm x 4 cm sebanyak 5 lembar, lalu buatlah kerucut dan ratakan pinggirnya dengan gunting. Tempelkan kerucut tersebut ke atas bulatan koran lalu tempel dengan selotip kertas…

Tahap Kedua :

Bahan yang diperlukan :
1 Buah tissue gulung.
50 gr lem putih yang dicairkan dengan sedikit air.
1 buah kuas kecil untuk memoles lem dan tissue.

Cara membuat :

1. Oles seluruh masjid dengan lem putih cair, lalu tempelkan tissue gulung. Biarkan hingga seluruh masjid tertutup rata dengan tissue. Kemudian, oleskan kembali dengan lem putih, dan di timpa dengan tissue kembali. Lakukan tahapan ini hingga beberapa kali sampai terlihat padat.
2. Setelah itu, bisa ditambahkan beberapa hiasan seperti pintu masjid, list pagar masjid dll dengan cara mengambil selembar tissue gulung, memilinnya, lalu menempelkannya dengan lem putih. Oles kembali semua dengan lem putih.
3. Jemur hingga kering.

Tahap ketiga :

1 set cat air/cat poster
Kuas

Caranya :
Cat-lah sesuka hati anda…

Alhamdulillah, meski proses pembuatan yang begituuuuuuu panjang, hingga berhari-hari (apalagi pas proses menjemurnya, eleeuh *maklum musim hujan) dan pembuatan daun pintu-nya yang perlu pengerjaan sedikit lebih detil. Tapi hasilnya cukup memuaskan. Saya pribadi senang bentuk Masjid yang belum di warnai, warnanya putih natural gitu. Proses pewarnaan juga sedikit semrawut dikarenakan anak-anak (dan saya) rebutan cat, dan tidak mengikuti kaidah pencampuran warna (yang penting hepi ^_^). Celup sana celup sini… kuas masih bertetesan warna hijau tua langsung dicelup ke cat warna merah dan coklat… hehehehe… bagian yang udah di cat warna biru tua, di cat lagi pake warna kuning… terus ditimpa lagi pake warna putih….. padahal banyak bagian yang masih belum kena cat… hasilnya : Seru dan blang.. blang… blang…. ! wkwkwkwk….

5 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s