Semestinya kita menjadi sebuah Masyarakat yang pandai bersyukur…

Standard

Bulan Desember tahun lalu, jalanan depan rumah di Bekasi baru aja di aspal. Minggu ini, jalanan samping rumah ibu di Ciledug di konblok… semua gratis dari Pemda. Alhamdulillah.

Sebenarnya bila dihitung-hitung, cukup banyak pemerintah memfasilitasi masyarakat dengan berbagai macam infrastruktur. Semisal: jalan raya, posyandu, puskesmas yang sekarang tampilannya lebih ‘mewah’, kantor polisi yang lebih ‘bonafide’ (+ kendaraan patroli mereka) serta gedung-gedung layanan masyarakat lainnya. Pemerintah juga memfasilitasi masyarakat untuk hidup lebih layak dengan “bedah rumah”, menggaji ratusan ribu PNS, Menggratiskan biaya pendidikan dan kesehatan untuk rakyat miskin. Belum lagi berbagai macam subsidi pada BBM, Sembako, BLT dll.

Semestinya kita menjadi sebuah Masyarakat yang pandai mensyukuri kebaikan orang lain (baca: pemerintah), terlepas dari berbagai tetek bengek konflik yang ada di pemerintahan, yang bisa jadi bukan ruang lingkup kita untuk terjun ke dalamnya dan atau mengetahui isinya. Kita pun tidak punya hak untuk ‘menelanjangi’ pemerintah dengan mengumbar-umbar aib mereka, mengorek-ngorek kebobrokan mereka dan turut serta memprovokasi orang lain untuk membenci mereka, padahal belum tentu berita-berita buruk yang berseliweran tentang pemerintah itu benar adanya.

Janganlah kita jadi korban media, yang begitu semangat memberitakan tentang segelintir orang miskin yang terlantar, tapi tak pernah memberitakan ribuan manusia yang tertolong dari maut karena uluran tangan pemerintah. Media yang lebih senang mengangkat berita tentang satu gedung yang ambruk karena salah prosedur pembangunan dibandingkan beribu-ribu bangunan fasilitas masyarakat yang telah didirikan pemerintah untuk memudahkan masyarakat beraktivitas. Atau media yang hanya senang memberitakan tentang banjir tanpa pernah memberitahu masyarakat berapa trilyun rupiah yang telah dihabiskan pemerintah untuk membangun banjir kanal dan biaya pembebasan lahan masyarakat. Atau media yang hanya memberitakan tentang kejelekan-kejelekan pemerintah tanpa pernah menyebut kebaikannya… Hingga begitu banyak rakyat indonesia yang jadi berburuk sangka bak kacang lupa kullitnya..

Kita harusnya banyak bersyukur, dan terus mendukung pembangunan-pembangunan yang dilakukan pemerintah. Jangan hanya bisa berteriak-teriak minta ini dan minta itu, sedangkan tidak pernah memberi sumbangsih yang berarti untuk negara ini.

Jika kita ingin hidup layak dan berkecukupan, jangan meminta pemerintah menggratiskan semua fasilitas (yang logikanya dibangun di atas pondasi ‘uang’). Tapi sebagai warga negara yang baik, seharusnya kita ikut bekerja keras memutar roda ekonomi negara hingga kita bisa ikut meringankan beban pemerintah dan tidak hanya menjadi ‘sampah’ yang bisanya cuma merengek dan menuntut segala hal.

Sesungguhnya tangan di atas itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah…

Menerima fasilitas dari pemerintah memang membahagiakan, tapi alangkah lebih bahagianya seseorang bila dia bisa memfasilitasi orang-orang di sekeliling mereka untuk tidak terlalu tergantung pada pemerintah…

Sekali lagi, jadilah masyarakat yang pandai bersyukur dan masyarakat yang mandiri…… dan janganlah menjadi seperti sebuah peribahasa : “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”.

:: Ummu Aliyyah ::

About Ummu 'Aliyyah

Seorang ibu dari 3 buah hati lucu, Aliyyah (12), Muhammad (10), Ibrohim (7 thn) yang senang bereksplorasi dan berinovasi. Istri dari Bpk Wahid Kurniawan. Jika ada orang yang bisa, maka kita pun bisa, insya Allah...

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s