Apa sih Kebahagiaan?

Standard

Semua makhluk hidup pasti ingin bahagia. Tapi apa sih sebenarnya makna dari kebahagiaan itu? Apakah ketika kita memiliki banyak harta benda yang tak habis-habis dipakai bisa menjamin kita bahagia? Apakah ketika kita memiliki banyak anak dan sahabat bisa membuat kita bahagia sepenuhnya? Atau apakah bila kita memiliki suami yang tampan atau istri yang cantik bisa menghentikan kesedihan dan masalah-masalah yang melanda? Betapa banyak kita menyaksikan orang-orang yang terlihat begitu gembira dan tertawa terbahak-bahak karena “katanya” mereka merasa bahagia. Tapi ketika mereka menyendiri, dan jauh dari komunitas mereka, tiba-tiba ada relung hampa dan kosong jauh di lubuk hati mereka yang menjadi indikator bahwa mereka “belum” merasa bahagia…

Aih.. memang sulit mendefinisikan, menjelaskan dengan gamblang dan empiris tentang makna kebahagiaan. Karena kebahagiaan bukanlah benda yang bisa dilihat, dihitung atau pun dipindah tangankan. Kebahagiaan itu adalah permasalahan hati, dan kita sama-sama tahu, benda yang dimiliki manusia yang paling sulit difahami itu adalah hati.

Hmmm, terus kenapa saya terus berbicara mengenai kebahagiaan? Engga tau juga, mungkin karena begitu banyak orang-orang di sekeliling saya berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan itu, dan mereka juga bingung cara meraihnya. Karena kebingungan itu mereka jadi merasa tertekan dan stress berat. Apa pasal? karena bila mereka tidak mendapat kebahagiaan, otomatis mereka akan terjun ke jurang kesedihan. Tak akan ada abu-abu. Hanya hitam dan putih. Dan disitulah letak mengapa begitu banyak orang yang berambisi mencari kebahagiaan… *begitu juga saya.

Apakah ada yang bertanya apa saya sendiri sudah merasa bahagia? Mungkin tidak ada yang akan bertanya seperti itu selain diri kita sendiri, terus terang.. semua manusia itu egosentris, cenderung lebih memilih untuk membahagiakan dirinya sendiri dulu ketimbang sibuk dengan kebahagiaan orang lain. Betul begitu? huhuhuhu… ngaku aja deh, karena saya juga kadang merasa seperti itu.

Banyak hal yang saya pelajari tentang perjalanan saya mencari kebahagiaan. Ketika saya terpuruk dan begitu merasa putus asa (baca: merasa tidak bahagia) adalah hanya karena saya kurang mensyukuri apa yang saya miliki selama ini. Kesibukan-kesibukan saya memperhatikan kebahagiaan orang lain (yang mungkin saja hanya di permukaan), membuat saya kurang menghargai kebahagiaan saya sendiri. It means… kalau kita memang ingin bahagia, maka hitunglah nikmat-nikmat dari Allah yang telah kita dapatkan, lalu bersyukurlah kepada Allah karenanya. Karena apa, karena kita tidak akan pernah bisa menghitung nikmat-nikmat itu dikarenakan begitu banyaknya! Subhanallah…. apalagi yang menghalangi manusia untuk bisa hidup bahagia selain mensyukuri apa yang telah dia miliki.

Bila kita bersyukur, maka kebahagiaan itu akan terus meluap-luap… saking meluapnya, kadang-kadang ingin kita bagi kepada banyak orang di sekeliling kita. Maka disitulah timbul pertanyaan balik, bukan lagi kita bertanya “Apakah kita telah merasa bahagia?” tapi pertanyaan yang muncul adalah “Apakah orang lain bahagia hidup bersama kita?/ Apakah kita sudah mampu membahagiakan orang lain?” karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita juga. Yaa kalau mau lebih dalam lagi pembahasannya, sebenarnya kebahagiaan hakiki adalah di akhirat sana. Karena dunia ini hanyalah tempat sementara, yang ketika rasa bahagia dan kesedihan itu ibarat kedipan mata yang tak ada nilainya.

Jadi, marilah kita berlomba-lomba untuk mencari kebahagiaan sejati… seperti postingan status saya terakhir di fesbuk : “KEBAHAGIAAN adalah ketika kelak kita bertemu Allah dengan wajah berseri-seri karena beratnya timbangan amal kebaikan kita dan mengetahui bahwa Allah telah mengampuni semua dosa-dosa kita. Dan seandainya kita tahu besarnya urusan pada saat itu, niscaya kita akan sedikit tertawa dan banyak menangis..”

Sekian…

*Iseng-iseng di pagi hari yang penuh kicauan burung @ bekasi

About Ummu 'Aliyyah

Seorang ibu dari 3 buah hati lucu, Aliyyah (12), Muhammad (10), Ibrohim (7 thn) yang senang bereksplorasi dan berinovasi. Istri dari Bpk Wahid Kurniawan. Jika ada orang yang bisa, maka kita pun bisa, insya Allah...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s