Nasehat untuk Ukhti Muslimah yang tertimpa musibah

Standard

Wahai Ukhti…

Berat nian beban hatimu. Gundah gulana dan gelisah menghias hari-harimu. Pertanyaan-pertanyaan yang sama selalu berkecamuk dalam sanubarimu, kapankah permasalahan ini menghilang dari kehidupanmu? Mengapa cobaan ini begitu berat dan menyiksamu, sedangkan engkau hampir-hampir tidak sanggup menghadapinya lagi. Air mata telah kering, lelah menunggu solusi. Bertanya kesana-kemari, mengharap bantuan saudarimu, sedangkan orang yang kau harapkan bantuannya pun tidak sanggup meringankan penderitaanmu.

Wahai Ukhti…

Kesedihanmu adalah kesedihan saudarimu. Tak mampu menghiburmu apalagi meringankan bebanmu, membuatnya tersiksa tak terperikan. Hanya sekelumit do’a dipanjatkan, agar Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemudahan jalan bagi setiap permasalahan yang kau hadapi.

Wahai Ukhti…
Ketahuilah, Allah Subhanahu wa ta’ala tidak akan membebani seorang hamba diluar kesanggupannya. Ketika Allah menurunkan cobaan kepadamu, percayalah bahwa hal itu adalah demi kebaikanmu, semata-mata agar kau selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Semua sudah tertulis di kitab Lauhul Mahfudz. Apa-apa yang Allah dekatkan padamu, maka meskipun engkau meminta tolong seluruh penduduk bumi untuk menjauhkannya, maka mereka tak akan sanggup melakukannya. Dan apa-apa yang Allah jauhkan, tak seorangpun sanggup mendekatkannya.

Wahai Ukhti…

Di saat-saat seperti ini, maka kunasehatkan kepadamu, jadikanlah sabar sebagai penghias hatimu agar Allah senantiasa mencintaimu.
“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Qs. Ali Imran:146)
Lapangkanlah dadamu. Dan berdo’alah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan kebaikan masa depanmu. Mudah-mudahan Allah memberikan ganjaran akan kesabaranmu.
“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. Yusuf: 90)

Wahai Ukhti…

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Penyayang dan jauh dari mendzalimi hamba-Nya. Apapun yang Allah putuskan untuk kehidupanmu, maka itu adalah yang terbaik untukmu sekiranya kamu bisa mengambil hikmahnya. Maka simaklah hikmah-hikmah di balik semua musibah yang menimpamu, semoga bisa memperingan beban hatimu.

Pertama
, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Hal ini sebagai teguran bagi kita semua, bahwa manusia adalah lemah dan hanya Allah Yang Maha Kuasa. Dia mampu menentukan senang dan susah bagi hamba-Nya, tidak ada seorang pun yang dapat mengelak.
Kedua, sebagai bahan intropeksi bagi manusia.
Ketiga, buruk menurut manusia belum tentu buruk di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Inilah hikmah yang agung yang sering kali tidak kita sadari, tidak semua musibah yang kita pandang buruk akan buruk pula di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah Maha Bijaksana, Dia-lah pencipta manusia, maka Dia pula yang lebih tahu kebaikan bagi para hamba-Nya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)
Keempat, Agar kita kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Tidaklah musibah yang menghampiri kecuali hal itu sebagai teguran agar kita kembali kepada Allah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah mengatakan, “Musibah yang engkau terima dari Allah adalah lebih baik bagimu daripada kenikmatan yang melalaikanmu dari mengingat Allah.” (Tashliyah Ahli Mashaa-ib, hal.226)

Kelima, Cobaan yang membawa kebaikan.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman;
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS.Al-Baqarah:155).
Keenam, meraih kemudahan setelah kesulitan.
Tidak ada kesulitan kecuali akan datang setelahnya kemudahan, dengan syarat kita bersabar dan yakin dengan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS.Al-Insyirah:5)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Ketahuilah sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran, dan kemudahan itu bersama kesulitan.” (HR.At-Tirmidzi (no.2516), Ahmad (I/293), Abu Ya’la (no.2556))

Wahai Ukhti…

Sekali lagi kunasehatkan kepadamu untuk istiqomah bersabar dan istiqomah dalam kebaikan. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menyertaimu.
“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.Al-Baqarah:153)

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS.Yusuf:86)

Maraji` : Keajaiban Sabar, Meraih Tingkat Kesabaran Tiada Batas. Abu Abdillah bin Luqman Al-Atsari. Media Tarbiyah cet. 1 dzul Hijjah 1428 H/ Desember 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s