Pengorbanan Kecil

Standard

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Begitu juga kami, saya khususnya, sangat menginginkan yang terbaik untuk anak-anak saya. Bagi peran kami sebagai orang tua, berkorban sedikit untuk kebaikan anak-anak merupakan sebuah kewajiban moral yang harus dijalani, meskipun terasa sulit untuk mewujudkan keinginan itu.
Keputusan untuk pindah dari Tanjung Priok ke Bekasi untuk mencari sekolah yang baik untuk perkembangan akademi dan sosial anak, tentu saja merupakan keputusan yang tidak mudah. Berbulan-bulan lamanya, dipikirkan masak-masak. Tapi mungkin memang sudah suratan yang harus dijalani.
Genap 7 tahun mencicipi daerah pesisir, rasanya cukup sulit untuk meninggalkan semua memori di sini. Persahabatan yang belum genap 2 tahun usianya, sudah harus menelan pahitnya rasa perpisahan. Tapi memang begitulah kehidupan, setiap pertemuan ada perpisahan… tidak perlu protes, karena hanya waktu yang sanggup berbicara.
Mungkin nanti, bila menetap di tanah yang baru, teriknya matahari Tanjung priok, yang biasanya menjadi salah satu alasan untuk lebih memilih berteduh di dalam rumah, akan menjadi salah satu hal yang dikangeni. Begitu juga, aroma laut-nya yang kadang menusuk hidung, tentu saja, poin penting yang akan sulit dilupakan. Atau goncangan-goncangan trailer yang seringkali mengganggu nyenyak tidur, suatu saat akan membuat kita tidak bisa tidur ketika mengingatnya. Ah, begitulah kiranya arti perpisahan, seringkali terasa menyedihkan.

Sebenarnya beban terberat untuk pindah adalah jarak yang semakin lebar dengan mertua yang sedang kurang sehat. Kapan lagi bisa berbakti kepada mereka, yaa meskipun selama ini tidak banyak membantu, minimal ketika berada di dekat mereka, kami bisa menjadi teman bertukar pikiran atau hiburan mereka di kala kesepian. Bagi seorang nenek dan kakek, celoteh cucu bisa mengundang gelak tawa yang meringankan beban masalah yang kadang datang mendera.

Tapi kembali pada prioritas. Ketika masa kecil menjadi masa-masa paling berharga dalam kehidupan setiap manusia. Saya inginkan, anak-anak saya mendapatkan yang terbaik dalam usia emas mereka. Ketika otak begitu polos menerima segala hal, inginnya mencekoki mereka dengan kebaikan. Karena hal itu akan terus terpatri hingga akhir hayat mereka, berharap mereka istiqomah dalam kebaikan tersebut hingga saatnya tiba.

Subhanallah, suatu saat, hikmah dari ini semua akan terpetik… dan mudah-mudahan segala niat baik kami memperoleh kebaikan dan balasan yang baik di sisi Allah…

Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak-anak yang Sholeh dan Sholehah, taat kepada Allah dan RasulNya, berbakti kepada kedua orang tuanya, berkomitmen dan konsisten terhadap Alquran dan Assunnah, dan pandai menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Amin.

About Ummu 'Aliyyah

Seorang ibu dari 3 buah hati lucu, Aliyyah (12), Muhammad (10), Ibrohim (7 thn) yang senang bereksplorasi dan berinovasi. Istri dari Bpk Wahid Kurniawan. Jika ada orang yang bisa, maka kita pun bisa, insya Allah...

One response »

  1. Mudah2an Aliyah dan Ahmad kerasan disana yha. Kalau umminya sih kemarin kayaknya udah kerasan tuh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s