Mengajar anak mencintai buku

Standard

cinta bukuBulan ini saya lagi semangat-semangatnya mengajak anak-anak untuk lebih mengenal buku. Memang sih, dari kecil saya hobi baca buku, dan mengingat banyaknya informasi yang bisa diambil melalui membaca buku, saya ingin anak-anak pun merasakan manfaatnya kelak. Beda sama si abi yang lebih futuristik (lebih suka menyimpan berjilid-jilid buku di cd /ebooks, lebih senang menyimpan artikel di pdf, etc yang katanya engga boros tempat), saya lebih suka mengkoleksi berbagai macam buku secara riil. Senang rasanya bila suatu saat punya sebuah perpustakaan kecil (besar juga gpp sih ^_^) dengan berbagai macam jenis buku, menghabiskan waktu disana bersama anak-anak, eleuhh…

Tempat yang pertama kali saya kunjungi untuk mengenalkan anak-anak pada buku adalah pameran buku, kebetulan bulan ini ada Islamic Book Fair di Gelora Bung Karno. Tapi sayang, waktu itu kami datang pada saat yang kurang tepat. Kami tiba di sana tepat jam 11.30 siang, hari jum’at, Abi bergegas ke Masjid untuk menunaikan sholat Jum’at sehingga tidak bisa menemani kami berkeliling pameran dan waktu itu juga banyak stan-stan buku yang tutup. ‘Aliyyah baru pulang sekolah belum makan siang, Ahmad pun sudah mulai mengantuk. Belum sejam kami disana, mereka sudah uring-uringan. Akhirnya rencana saya pun gagal…

Beberapa minggu kemudian secara tidak sengaja, ada akhwat yang memberitahu bahwa di Jakarta Islamic Center (Kramat – Jakarta Utara) ada sebuah perpustakaan, dan di sana banyak terdapat buku bacaan Islam untuk anak-anak, saya tidak sabar untuk mengajak anak-anak pergi. Alhamdulillah, kami pun bisa ke sana. Meskipun koleksi buku anak-anak di sana tidak terlalu banyak, tapi anak-anak senang. Pertama kali di ajak ke perpustakaan, mereka sempat bertanya;

“Apa sih perpustakaan?”,
“Perpustakaan itu tempat membaca buku, banyak buku-buku di sana,” jawab saya.
“Ih… engga seru Mi, kami engga mau kesana ah.”
Tapi setelah mereka tiba, mereka pun mulai asyik berkutat dengan buku, bahkan kecewa ketika diberitahu bahwa perpustakaan akan segera tutup karena sudah sore. Kapan-kapan kita ke sana lagi yah, deket koq dari rumah.

Pagi ini juga, sekolah Aliyyah ikut porseni di Ancol dan selesai acara tersebut, rombongannya pergi ke Gelanggang Samudera Ancol. Ketika hari menjelang Ashar, hujan turun cukup lebat. Kami bergegas mencari tempat berteduh yang paling dekat. Kami lalu masuk ke sebuah bangunan yang tidak terlalu besar, betapa senangnya saya ketika membaca tulisan di atas pintu bangunan tersebut. “Rumah Pintar”, sepertinya perpustakaan. Betul saja, ini sebuah perpustakaan! Kebanyakan buku-buku di sana tentang kelautan edisi anak-anak. Seru juga sih, apalagi buku-bukunya bagus-bagus dengan ruang yang nyaman. Selain itu disana banyak juga terdapat spesimen-spesimen laut yang diawetkan di dalam stoples-stoples kecil. Ada spesimen ikan arwana, ikan buntal, belut laut, orang utan, dll. Sayang sekali, kami tidak bisa terlalu lama disana, soalnya rombongan akan segera pulang. Yang spesial sih, spesimen orang utannya itu lho…

Hmmm… I’m wondering, what next yah?

About Ummu 'Aliyyah

Seorang ibu dari 3 buah hati lucu, Aliyyah (12), Muhammad (10), Ibrohim (7 thn) yang senang bereksplorasi dan berinovasi. Istri dari Bpk Wahid Kurniawan. Jika ada orang yang bisa, maka kita pun bisa, insya Allah...

One response »

  1. Assalamualaykum
    ta’aruf ya umm….

    Ana di Balikpapan tapi keluarga besar di Priok, lebih lanjutnya lewat email aja yah umm…
    ana minta emailnya yah…

    Baarokallahu fiik
    Ummu Aufa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s