Kangen…

Standard

blogUdah lama juga, engga ngurusin blog. Kangen. Tapi memang setiap manusia punya keterbatasan. So little time so much to do. Pengennya semua kepegang, tapi jadinya mendzalimi diri sendiri. Yaa gitu deh, ujung-ujungnya masuk angin.

Gara-gara ngeliat floral vektor, jadi pengen ngoprek-ngoprek Inkscape atau AI bikin swirl sederhana. Tapi namanya juga pemula, bikin 1 swirl aja koq kayanya susah banget. Sampe begadang semaleman lantaran greget download tutorialnya. Pas di tengah jalan, tau-tau pulsa abis pula, hiks. Maklum, pake yang prabayar, hehe. Belum sempat belajar, tiba-tiba badan terasa lelah banget, eh.. tau-tau besoknya collapse. Waduh, fayah deh, mending manual aja bikin swirlnya pake spidol. Trus, ngeliat di situs orang ada tutorial bikin games flash, jadi ngiler pengen nyoba juga bikin-bikin games pake flash (kayak dulu waktu kuliah). Pengen lagi nyoba-nyoba main timeline, atau tes beberapa script sederhananya. Atau menghilangkan kangen bikin program aplikasi dari C, C++ atau pascal, atau sekedar ngutak-ngatik script php atau Java scripts. Tapi mimpi hanyalah khayalan… capee deh, ngeblog aja pake yang visual. Bener-bener…

Yap, intinya kita memang harus menghadapi realita, bahwa hidup memang engga bisa seperti dulu. Ketika seharian bisa duduk penuh konsentrasi di depan meja komputer, sampe kadang-kadang timbul pertanyaan “program apalagi nih yang mesti diutak-atik?”. Engga bisa lagi mengurung diri di kamar berhari-hari (keluar cuma untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak), sampe-sampe orangtua ketakutan dan mengintip dari lubang kunci pintu kamar “lagi ngapain nih anak engga keluar-keluar?”

Hidup memang mesti berubah. Tapi hidup harus tetap bermakna.

Apa yang bisa dibandingkan, dari celoteh si kecil yang bertanya, “ummi, cape yah nyetrika bajunya?” lalu dengan sigap dia menyetrika bajunya sendiri untuk meringankan penat sang ummi.

Apa yang bisa dibandingkan, dari semangatnya mereka membawakan tas ummi, lantaran mereka melihat ummi-nya kelelahan membawa banyak tas di tangannya.

Apa yang bisa dibandingkan, ketika si kecil membawakan sandal si ummi, ketika melihat ummi-nya celingak-celinguk mencari sandal di masjid lalu si kecil berkata “sini mi, biar aku yang pakaikan sandalnya”, lalu dia memakaikan sandal tersebut ke kaki ummi-nya.

Apa yang bisa dibandingkan, ketika ummi-nya sibuk menerima tamu di depan, si kecil dengan rajinnya mencuci piring dan membereskan dapur sampe kinclong.

Apa yang bisa dibandingkan, ketika pergi berbelanja, dengan penuh pengertian si kecil berkata “Mana barang yang murah mi, terserah ummi aja aku mau dibelikan apa, yang penting jangan yang mahal”. I just wanna cry…

SubhanaLLaah, begitu jauh berharga bila dibandingkan swirl-swirl itu, atau scripts-script itu, atau bahkan timeline-timeline itu. Tak akan bisa dibandingkan.

Moga-moga Allah menjadikan kalian (buah hatiku), anak-anak yang sholeh dan sholehah, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, berbakti kepada kedua orangtuanya, konsisten terhadap Sunnah dan pandai menjaga kehormatan diri dan keluarganya, amin.

About Ummu 'Aliyyah

Seorang ibu dari 3 buah hati lucu, Aliyyah (12), Muhammad (10), Ibrohim (7 thn) yang senang bereksplorasi dan berinovasi. Istri dari Bpk Wahid Kurniawan. Jika ada orang yang bisa, maka kita pun bisa, insya Allah...

One response »

  1. Amin. Barokallah Mbak. Tulisannya makin memotivasiku untuk mencintai keluarga-keluargaku. Semoga tulisan ini memberi manfaat dan motivasi kepada orang banyak terutama kepada para Ibu dalam managemen keinginan dan kewajibannya. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s