Tashfiyah dan Tarbiyah

Standard

Ditulis oleh : Ummu Aliyyah

Begitu ingin mata terpejam dan telinga tak mendengar, ketika semua pihak seakan memojokkan umat Islam. Citra Islam semakin terpuruk dengan berita-berita tentang agama Islam yang dipropaganda dan upaya-upaya menjauhkan umat dari agama. Di satu sisi, hal ini membuat agama menjadi hal yang dijauhi, dianggap terbelakang, membuat alergi dan mudah diputar balikkan. Di sisi lain, dengan alasan yang berbeda, puluhan golongan rebutan jama’ah dan meng-klaim sebagai aliran yang paling benar.

Banyaknya permasalahan yang menggempur umat Islam, seringkali menimbulkan pertanyaan yang tak ada habisnya dalam benak umatnya, adakah solusi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki semua ini? MasyaAllah, Tentu saja pertanyaan itu adalah sebuah gambaran kepedulian sesama muslim dan cermin dari perihnya luka hati melihat timbunan konflik yang semakin bertumpuk-tumpuk tanpa solusi pasti. Begitu banyak orang berbicara, begitu banyak pikiran yang tertuang, tapi dahaga tak juga hilang. Begitulah rasa haus orang yang begitu cinta akan agama ini dan menginginkan perbaikan.

Sebenarnya, semua yang di derita kaum muslimin, yang berupa kelemahan, kehinaan dan kemunduran, hanyalah disebabkan jauhnya mereka dari hakekat Islam. Hal ini disebabkan karena tercampurnya agama dengan hal-hal yang bukan dari agama, lemahnya keyakinan terhadap apa yang berasal dari agama dan tidak mengamalkan hukum-hukum agama. Maka sesungguhnya satu-satunya obat untuk penyakit itu adalah mengetahui adab-adab nabawi yang shahih dengan berusaha mengamalkannya sebisa mungkin.

Para Ulama telah menjelaskan, ada 2 hal yang harus dilakukan untuk mengembalikan Islam pada kejayaannya seperti pada masa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para shahabatnya.

  1. Tashfiyah (pemurnian) Islam dari apa yang asing atau jauh darinya, dalam segala bidang.

  2. Tarbiyah (pembinaan) terhadap generasi-generasi muslim jaman ini dan generasi yang sedang tumbuh di atas Islam yang telah dimurnikan tersebut.

Pemurnian Islam harus dilakukan dalam berbagai hal. Dalam Aqidah, hukum, assunnah, fiqih, tafsir, tazkiyah, pemikiran, tarikh, dll. Membersihkan umat ini dari noda-noda kesyirikan; melaksanakan hukum-hukum Allah dalam setiap sisi kehidupan; membersihkan hadits dari yang dhaif, maudhu’ dan palsu dengan cara dimurnikan dan dipelajari sanad-sanadnya dan matan-matannya sehingga terpisahlah yang buruk dari yang baik; menjauhkan umat dari taklid dan ta’ashub; membersihkan kitab-kitab tafsir yang banyak di dalamnya tafsir dusta dan nukilan-nukilan dusta yang ditulis oleh orang-orang yang tidak mengetahui nash hukum dalam Al-kitab dan Assunnah, tidak memahami hakekat bahasa Arab, tidak mengetahui ayat-ayat AlQur’an yang menghapuskan hukum-hukum dan tidak mengetahui hukum-hukum serta adab-adabnya; membersihkan makna tazkiyah dari metode-metode tashawuf, dan kembali pada makna tazkiyah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam; Membersihkan agama dari pemikiran-pemikiran sesat dan menyimpang; Dan meluruskan sejarah perjalanan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan para shahabatnya radhiallahu’anhum ajma’in yang banyak diselewengkan oleh orang-orang yang dengki dan hasad.

Seiring dengan proses tashfiyah, proses tarbiyah juga harus berjalan. Tarbiyah disini adalah sebuah pembinaan terhadap setiap pribadi muslim dalam tiap tingkatan generasi. Pembinaan setiap individu ini dalam aqidah mereka dengan cara mendakwahkan ajaran agama yang murni dan sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Tashfiyah tidak akan dapat terlaksana tanpa tarbiyah. Begitu pula ilmu tidak akan terwujud dengan sempurna tanpa tashfiyah. Selama kita tidak memberdayakan dua prinsip ini, yaitu tashfiyah dan tarbiyah, dan tanpa mencurahkan segenap kemampuan untuk kepentingan kedua prinsip ini (karena keduanya saling berkaitan erat tanpa dapat dipisahkan).

Proses tashfiyah dan tarbiyah memerlukan waktu yang sangat panjang dan dibutuhkan banyak kesabaran. Senantiasa istiqomah, tidak terburu nafsu dan tetap berada di jalan yang lurus. Karena proses memperbaiki umat dan mengembalikan kejayaan Islam harus dihadapi dengan kesabaran seperti kesabaran kita ketika mengurai benang yang kusut, mungkin malah lebih dari itu.

Oleh sebab itu, bagi orang-orang yang perduli tentang agama ini, jangan pernah menyerah membersihkan agama ini dari noda-noda yang bukan bersumber dari Islam dan senantiasa membina diri pribadi dan orang-orang yang sanggup kita bina agar selalu mengamalkan agama ini dengan tuntunan agama yang benar dan lurus sesuai dengan ajaran Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam beserta shahabatnya.

Maraji’:

Tashfiyah dan Tarbiyah, upaya meraih kejayaan umat; Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halaby, Pustaka Imam Bukhari, cetakan kedua 1414 H.

About Ummu 'Aliyyah

Seorang ibu dari 3 buah hati lucu, Aliyyah (12), Muhammad (10), Ibrohim (7 thn) yang senang bereksplorasi dan berinovasi. Istri dari Bpk Wahid Kurniawan. Jika ada orang yang bisa, maka kita pun bisa, insya Allah...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s