Mungkinkah?

Standard

Di Tulis oleh : Ummu Aliyyah

Tragis memang, mengetahui bahwa Umat Islam hari ini terpecah belah. Firqoh-firqoh dan hizbi-hizbi, memaklumat diri bahwa mereka adalah golongan yang paling benar. Ada yang bilang, Islam tidak akan berjaya jika tidak ada khilafah, Islam tidak akan maju jika tidak mengenal fiqhul waqi’, Islam tidak akan menang jika kita hanya duduk-duduk belajar Ilmu syar’i, dan semacamnya.

Apakah benar jika Islam bersatu, semua musuh Islam akan terkalahkan? Seperti slogan-slogan yang biasa didengungkan dalam setiap gerak langkah perjuangan. Ya, memang benar. Jika Islam bersatu maka tak ada satupun musuh Islam yang dapat mengalahkan. Tapi apa sempat terfikir, bagaimana caranya menyatukan umat Islam?

Begitu mudah dinyatakan begitu sulit dilakukan, itulah faktanya. Karena logikanya, setiap golongan punya visi dan misi sendiri, punya metode sendiri, punya wasilah sendiri yang menurut mereka cara mereka-lah yang paling benar. Dan jika kita ingin menyatukan umat Islam, maka satu-satunya jalan adalah menyelaraskan visi dan misi kita dengan semua golongan, yang artinya, semua golongan harus berlapang dada menerima perubahan dalam semua susunan organisasi (visi, misi, metode, dll). Tapi, mungkinkah mereka mau melepas ego-ego mereka?

Ok, sekarang anggap saja ada beberapa orang yang mau melepas ego dan mulai menyatukan barisan, tapi apakah kita percaya 100 persen pada orang tersebut? Pastinya, kita tidak mau membuka lembaran-lembaran rahasia kebijakan golongan kita (dengan alasan takut dibocorkan, bagi yang golongannya suka berahasia-rahasia). Atau kadang, kita tidak mengijinkan sahabat kita berdekatan dengan orang tersebut karena dikhawatirkan nanti malah ikut-ikutan masuk ke golongan mereka. Nah lho, bagaimana bisa bersatu sedang kita sendiri merasa was-was berinteraksi dengan orang-orang dari golongan yang berbeda. Bagaimana kita mau bersatu sedangkan dalam hati kita tidak ada rasa saling percaya. Seperti bermimpi di siang hari bolong.

Tapi jangan khawatir, sebenarnya kita punya jalan untuk menyatukan seluruh barisan umat Islam tanpa ada hal-hal seperti itu. Syaratnya hanya satu, setiap orang harus mempunyai jiwa yang taslim. Taslim di sini artinya menerima dan pasrah.

Islam punya 2 pegangan, yang manusia tidak akan pernah tersesat jika tetap berpegang pada keduanya, yaitu Alqur’an dan Assunnah. Karena sungguh, orang-orang jaman sekarang ini, jika mereka dibacakan ayat-ayat Allah dan diperingatkan dengan sunnah Rasulullah, maka mereka berlomba-lomba untuk berbantahan. Wal iyya dzubillaah.

Jika sebagian mereka berkata bahwa Rasulullah menyunnahkan untuk memanjangkan jenggot, maka sebagian lagi akan berkata bahwa fulan memotong jenggot untuk siasat perang, lalu kemudian fulan tersebut menang perang.

Jika sebagian mereka berkata, Rasulullah melarang untuk menyerupai wanita, lalu sebagian lagi berkata, si fulan menyamar sebagai perempuan, lalu kemudian menang perang.

Apakah mereka sudah lupa, bahwa syaithon-syaithon begitu gencarnya meracuni pikiran mereka untuk membantah Sunnah Rasulullah!

Inilah sebab terjadinya musibah yang menimpa kaum muslimin. Inilah adzab untuk kita lantaran kita begitu mudahnya dan ringannya membantah sunnah-sunnah Rasulullah.

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (QS. An-Nuur:63)

Maka jangan bermimpi Umat Islam akan bersatu selama jiwa taslim itu belum ada dalam hati-hati kita.

Taslim dalam melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala.

Taslim dalam melaksanakan Sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Taslim dalam mengikuti jejak sahabat Rasulullah, yang senantiasa istiqomah dalam melaksanakan hukum-hukum Alqur’an dan Assunnah baik dalam keadaan terdesak ataupun longgar.

About Ummu 'Aliyyah

Seorang ibu dari 3 buah hati lucu, Aliyyah (12), Muhammad (10), Ibrohim (7 thn) yang senang bereksplorasi dan berinovasi. Istri dari Bpk Wahid Kurniawan. Jika ada orang yang bisa, maka kita pun bisa, insya Allah...

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s