Nasehat birrul walidain…

Standard

Wahai saudaraku…
Dalam AlQur’an, berbakti kepada orangtua adalah hal kedua yang Allah perintahkan setelah mentauhidkan-Nya, dan durhaka kepada keduanya termasuk dosa-dosa besar yang paling besar. Maka, betapa besar kedudukan orangtua dimata Allah, betapa mulianya, maka penuhilah hak-hak mereka. Hendaklah orang tuamu lebih kau utamakan dari manusia manapun di dunia.

Jika kau bisa mengingat masa-masa kecilmu, maka kau dapati bahwa dirimu yang sekarang tumbuh besar adalah karena jasa-jasa mereka. Sudah lupakah kau akan rasa susu yang diberikan ibumu dengan kasih sayangnya yang besar dan kelelahan yang teramat sangat. Sudah lupakah kau bahwa setiap suap makanan yang masuk ke tubuhmu dan setiap lembar pakaian yang kau pakai adalah jerih payah keringat ayahmu. Apakah kau lupa, hampir setiap malam ibu dan ayahmu terjaga dari tidurnya karena mendengar tangisanmu. Atau kau tidak ingat, lengan yang bergetar menahan sakit karena menggendongmu berjam-jam sekedar untuk menenangkanmu.

Dan ingatlah, ketika kau makan, maka ibumu rela menahan lapar hanya untuk melihat kau kenyang. Ketika kau sedang berselera, maka ibumu rela menelan air liurnya hanya untuk melihat kau puas dan menunggu sisa-sisa darimu. Tak tahukah kau, baju ayahmu kini telah usang, sepatu ayahmu kini sudah tak layak pakai, tapi sungguh, begitu sayang dia membeli yang baru karena dia ingin membelikan mainan untukmu yang begitu ada di tanganmu hanya berusia sebentar lantaran mainan itu telah rusak olehmu.

Betapa besar pengorbanan mereka untukmu. Bahkan tak terbayar meskipun ketika mereka beribadah haji, kau gendong mereka dengan pundakmu. Bahkan tak terbayar, meskipun kau berikan seluruh dunia ini ke pangkuan mereka.

Wahai saudaraku…
Apakah setelah kau dewasa, lalu kau merasa lelah menghadapi mereka, sedang mereka dulu tidak pernah merasa lelah menghadapi ulah-ulahmu. Mengapa perkataan mereka untuk mendidik dan memberikan pengarahan kepadamu malah menyakiti hatimu. Terlepas dari apa yang ada dalam benakmu, keinginan mereka hanyalah memberikan yang terbaik untukmu. Dan mereka akan selalu begitu seumur hidupmu.

Jadikanlah ilmu agama yang kau dapatkan untuk menambah kelembutan dalam hatimu. Perlakukan mereka seperti bayi dengan kehati-hatianmu. Cintailah mereka dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang. Sungguh saudaraku, kebanyakan mereka adalah orang-orang yang tidak tahu. Dan hak mereka terhadapmu tidak pernah berkurang hanya karena mereka tidak mengetahui hal-hal yang kau ketahui.

Wahai saudaraku…
Penuhilah hak-hak mereka.
Berbuat baiklah kepada mereka.
Bantulah mereka dalam setiap pekerjaan mereka.
Ringankanlah beban-beban mereka.
Tengoklah mereka setiap saat dan tanyakan apakah mereka memerlukan bantuanmu.
Lembutkanlah ucapanmu di hadapan mereka.
Dan ajarkan mereka tauhid dan sunnah dengan akhlaqmu yang mulia.

Wahai saudaraku…
Doakanlah kebaikan untuk mereka.
Dan jadikanlah perbuatan baikmu terhadap mereka sebagai wasilah agar doamu untuk mereka dikabulkan.
Agar mereka diberi petunjuk dan hidayah oleh Allah lantaran baktimu yang sungguh-sungguh.
Agar mereka diberikan segala kemudahan dunia dan akhirat oleh Allah karena gigihnya dirimu menjaga mereka.
Jangan pernah lelah menghadapi mereka…
Dan jangan pernah menyerah untuk senantiasa berbakti kepada mereka.
Wahai para anak yang didekatkan oleh Allah pada orangtua mereka, bersyukurlah kau kepada Allah dengan syukur yang teramat banyak karena kesempatanmu menggali pahala dengan berbakti kepada orangtuamu, karena begitu banyak anak yang tidak punya kesempatan untuk berbakti kepada orangtuanya dalam kehidupan mereka.

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orangtua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya.
Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil.” (Al Isra 23-24)
(19012008)

About Ummu 'Aliyyah

Seorang ibu dari 3 buah hati lucu, Aliyyah (12), Muhammad (10), Ibrohim (7 thn) yang senang bereksplorasi dan berinovasi. Istri dari Bpk Wahid Kurniawan. Jika ada orang yang bisa, maka kita pun bisa, insya Allah...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s